Densus 88 Tangkap HA di Solo, Rumahnya Digeledah hingga Satu Jam
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Seorang warga berinisial HA diamankan tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri karena diduga terlibat jaringan terorisme.
Pasca penangkapan, kediaman HA di Selembaran, RT 02/RW 03, Kecamatan Serengan, Kota Solo, digeledah tim Densus 88.
Proses penggeledahan tersebut disaksikan Ketua RW setempat bersama perangkat wilayah pada Jumat (2/10/2026).
Ketua RW 03, Hardiyatno (70), mengatakan dirinya pertama kali mendapat informasi dari Babinsa pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, saat itu Babinsa tidak menjelaskan secara rinci mengenai keperluannya.
"Saya dihubungi Babinsa. Saya kira ada keperluan, tapi tidak memberitahukan tentang apa," kata Hardiyatno saat ditemui di rumahnya, Serengan, Minggu (4/10/2026).
Hardiyatno kembali dihubungi pada Jumat sekitar pukul 10.30 WIB. Saat tiba di lokasi, kondisi rumah HA sudah ramai oleh petugas.
Ia kemudian diminta menyaksikan proses penggeledahan bersama lurah dan ketua RT setempat. Penggeledahan berlangsung sekitar satu jam.
"Saya ditelpon kembali 10.30 siang. Di situ sudah ramai. Saya menyaksikan selama satu jam," ujarnya.
Dalam penggeledahan tersebut, sejumlah barang di dalam rumah HA diperiksa dan didokumentasikan petugas. Hardiyatno menyebut barang yang dilihatnya antara lain kaus, gambar, kertas, dan buku.
"Rata-rata gambar. Gambar yang ada indikasi ke arah sana," ungkapnya.
Namun, Hardiyatno mengaku tidak mengetahui secara pasti isi maupun maksud dari barang-barang yang diperiksa petugas tersebut.
"Kaus, gambar-gambar, ada kertas-kertas. Saya enggak tahu maksudnya apa. Dari baju, kaos, kemudian buku-buku. Saya enggak tahu persis bukunya apa isinya," tuturnya.
Menurut Hardiyatno, dirinya bersama perangkat wilayah hanya diminta menjadi saksi selama proses penggeledahan. Mereka tidak diperbolehkan mendekati area yang sedang diperiksa.
"Iya, hanya disuruh menyaksikan, enggak boleh dekat. Cuma sini-situ, kemudian difoto. 'Oh ini ada barang bukti,' difoto," katanya.
Hardiyatno juga tidak dapat memastikan apakah seluruh petugas yang berada di lokasi merupakan anggota Densus 88. Ia hanya mengenali beberapa petugas kepolisian dan Babinsa yang berada di sekitar rumah.
"Saya enggak tahu. Kalau di sini enggak ada tulisannya Densus. Cuma saya kenal yang dari Babinsa sini atau mungkin ada beberapa yang memang saya tahu," jelasnya.