Gerakan Dapur MBG Karanganyar, 5 Titik Aktif, 20 Siap Menyusul

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Kav Danang Prasetyo
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karanganyar tak sekadar angka.

img_title Didukung 60 Pengacara, Thomas Bidik Kursi Ketua Peradi Karanganyar, Ini Agenda Perubahannya

Dari 77 titik yang telah terpetakan, kini mulai tumbuh semangat gotong royong untuk menghadirkan dapur-dapur harapan di tengah masyarakat.

Lima titik sudah resmi berjalan dan melayani warga—di antaranya berada di Karanganyar, Gondangrejo, Kebakkramat, Jaten, serta Lanud Adi Soemarmo.

img_title PERBAKIN Karanganyar Koleksi 4 Perak di Porprov Jateng, Ilyas Akui Persaingan Makin Sengit

Sisanya, menyusul dalam waktu dekat, menyusul banyaknya warga yang secara sukarela ingin membuka MBG secara mandiri.

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Kav Danang Prasetyo, mengungkapkan antusiasme masyarakat begitu tinggi.

img_title Jaga Tradisi Anjangsana, Rober Christanto Sambangi Juliyatmono, Ini Pesan Mantan Bupati Karanganyar Dua Periode

Ia menyebut, meski Kodim tak terlibat langsung dalam pendirian dapur, pihaknya aktif dalam pendampingan dan pengawasan agar program berjalan sesuai tujuan.

 "Baru kemarin, ada masyarakat datang langsung ke Kodim. Mereka bukan utusan lembaga, hanya warga biasa yang ingin mendirikan MBG. Ini bukan hanya program, tapi gerakan nurani," ucap Letkol Danang, Jumat (21/6/2025).

Hingga kini, setidaknya 20 calon titik MBG baru telah mendaftar, sebagian besar berasal dari inisiatif perorangan. Mereka siap membangun dapur sendiri dengan berkoordinasi dengan Badan Gizi, lalu didampingi oleh pihak Kodim dari sisi pengawasan dan pelaporan.

Letkol Danang menegaskan bahwa TNI tidak masuk dalam struktur organisasi MBG, namun akan terus hadir memastikan keberlangsungan dan keamanan pelaksanaan program.

Lebih dari sekadar dapur, MBG telah menjadi ruang harapan—terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga prasejahtera yang sebelumnya kesulitan mengakses makanan sehat.

Di Karanganyar, gerakan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak harus menunggu kaya atau berkuasa. Cukup dengan hati yang mau berbagi, satu persatu dapur cinta tumbuh di pelosok kampung.