Kuliah Sambil Kerja di Perhotelan, UMUKA dan NCL Madiun Hadirkan Program RPL D-3

Kerja Sama UMUKA–NCL Madiun Buka Jalan Kuliah
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) dan Lembaga Pendidikan New Cruise Line (NCL) Madiun resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) pada Jumat (15/8/2025).

img_title Jadi Guru Besar, Katno Hadi Dorong Ekonomi Soloraya Lewat Wisata Terintegrasi dan Siapkan Peternakan Sapi

Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan Program Studi D-3 Perhotelan melalui skema Recognition of Prior Learning (RPL), yang memungkinkan lulusan NCL melanjutkan pendidikan sambil tetap bekerja.

Pendiri sekaligus Pimpinan NCL Madiun, Sudarto, mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada 2010, NCL telah mencetak lebih dari 8.000 alumni yang tersebar di berbagai belahan dunia.

img_title FMPK Desak DPUPR Karanganyar Evaluasi Proyek Jalan Rp48 Miliar, Soroti Ruas Bendungan–Jengrik

Mereka bekerja di hotel-hotel bergengsi di Mekkah, Madinah, Dubai, Qatar, Bahrain, Turki, hingga kapal pesiar internasional.

“Kerja sama ini memberi kesempatan lulusan NCL untuk mendapatkan gelar akademik tanpa meninggalkan dunia kerja. Sistem pembelajaran fleksibel, bisa tatap muka atau daring,” ujar Sudarto.

img_title Polisi Amankan Uang Tunai, Sertifikat Tanah dan Dokumen Nasabah dalam Penggeledahan BMT Alfa Dinar

Alasan NCL menggandeng UMUKA antara lain kesesuaian program studi, lokasi yang mudah dijangkau, dan hubungan baik antar pimpinan. Sudarto optimistis, kemitraan ini akan memperluas peluang karier mahasiswa.

Sementara itu, Rektor UMUKA, Muh Samsuri, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat mutu pendidikan vokasi perhotelan.

Ia menilai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) seperti NCL unggul dalam pelatihan teknis, sedangkan perguruan tinggi berperan memberi pengakuan akademik dan memperluas wawasan mahasiswa.

“Pengalaman belajar di LPK akan kami akui melalui RPL. Kemudian kami tambahkan mata kuliah yang belum diberikan agar lulusan memiliki keterampilan praktis sekaligus ijazah formal,” jelas Samsuri.

Dengan kombinasi keterampilan dan penguatan akademik, lulusan diharapkan mampu bersaing di industri perhotelan global, termasuk mengisi posisi manajerial yang mensyaratkan minimal ijazah D-3.