Baznas Karanganyar Dorong Kemandirian Santri Lewat Program Santripreneur
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar berkomitmen menumbuhkan kemandirian santri melalui program Santripreneur.
Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan para alumni pesantren yang kerap kebingungan mencari penghidupan setelah lulus.
“Santri harus bisa membaca kitab fikih, tapi juga perlu belajar bagaimana mencari penghidupan yang layak. Jadi bukan hanya ngaji, tapi juga mandiri secara ekonomi,” kata Ketua Baznas Karanganyar, Kafindi, pada VIVA Jogja, Kamis (21/8/2025).
Ia menjelaskan, setidaknya ada empat tujuan utama dari program ini. Pertama, mencetak santri yang mandiri secara ekonomi. Kedua, menumbuhkan kreativitas dan inovasi melalui pelatihan dan praktik kewirausahaan.
“Santri didorong untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi pesantren dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Tujuan ketiga adalah menumbuhkan semangat kebangsaan melalui kontribusi ekonomi. Santri yang mampu membuka lapangan kerja dinilai telah ikut serta membangun bangsa.
Sedangkan tujuan terakhir, memastikan para santri tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dalam berbisnis.
“Santri harus sukses dalam berwirausaha, tapi tetap menjaga identitasnya. Prinsip halal dan haram harus jadi pegangan agar mereka bisa jadi teladan,” tegas Kafindi.
Untuk tahap awal, Baznas menargetkan 60 peserta. Mereka terdiri dari 30 perwakilan pesantren dan 30 peserta dari organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, hingga remaja masjid di bawah Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Jenis usaha yang akan digerakkan masih dalam tahap pemetaan. Baznas akan menyesuaikan bidang usaha dengan minat dan bakat peserta melalui proses brainstorming sebelum menentukan skala prioritas.
Dengan program ini, Baznas berharap santri bisa tampil sebagai generasi mandiri, kreatif, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.