Pasca Demo Ricuh, Kerugian di Solo Ditaksir Rp13,8 Miliar
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Pasca aksi demonstrasi yang berujung kericuhan, Pemerintah Kota Solo mencatat kerugian sementara mencapai Rp13,8 miliar.
Kerusakan tersebut mencakup kamera pengawas (CCTV), sarana sosial, hingga fasilitas umum lain.
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan, angka kerugian itu setara biaya pembangunan satu unit sekolah baru.
"Kerusakan ini tidak kecil, nilainya sekitar Rp13,8 miliar. Kami pastikan pemulihan dilakukan secepat mungkin,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Ia menambahkan, pemerintah juga menaruh perhatian pada pedagang kecil yang terdampak. Pemkot sudah menugaskan tim khusus untuk melakukan pendataan kerugian di shelter.
"Pagi tadi saya instruksikan pendataan segera dilakukan. Hasilnya akan menjadi dasar skema kompensasi bagi pedagang,” jelasnya.
Selain kerugian materiil, korban luka akibat kerusuhan juga tercatat cukup banyak. Delapan orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, terdiri dari warga, aparat, dan peserta aksi. Sementara 16 orang dengan luka ringan telah diperbolehkan pulang.
Untuk mempercepat pemulihan kota, Pemkot Solo menargetkan pembersihan selesai dalam dua hari.
Seluruh perangkat daerah, unsur Forkopimda, organisasi masyarakat, hingga kelompok kepemudaan dilibatkan.
“Kami ingin dalam dua hari ini Solo bisa kembali bersih dan aktivitas masyarakat normal kembali,” kata Wali Kota.
Pemkot juga melakukan evaluasi terkait kendala koordinasi saat kerusuhan berlangsung. Petugas pemadam kebakaran dilaporkan sempat kesulitan masuk ke lokasi kebakaran karena akses tertutup massa.
“Kami belajar dari insiden itu. Sistem komunikasi dan koordinasi harus diperbaiki agar respon bisa lebih cepat,” tegasnya.
Ia menegaskan, langkah pemulihan yang dilakukan bukan hanya untuk memperbaiki fisik kota, tetapi juga mengembalikan rasa aman warga.
"Kami prihatin atas kerugian ini, tapi yakin Solo bisa segera bangkit. Yang terpenting kepercayaan publik kembali dan aktivitas warga tidak terganggu lagi,” pungkasnya.