Boby Aditia Muncul di Bursa Ketua DPC PDIP Karanganyar, Kader Muda Mewarnai

Boby Aditia Muncul di Bursa Ketua DPC PDIP Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Nama Boby Aditia, politikus muda sekaligus anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, resmi masuk dalam penjaringan kandidat Ketua DPC PDIP Karanganyar.

img_title Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi, Perkuat Pasokan Air Pertanian Karanganyar

Kehadiran Boby menjadi sorotan karena ia merupakan kader termuda yang ikut bersaing dengan sejumlah tokoh senior partai.

Dalam daftar yang beredar, Boby bersanding dengan nama-nama berpengaruh seperti Bagus Selo, Rober Christanto, Sri Harjono, Latri Listyowati, dan Joko Pramono. 

img_title SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD

Usulan ini berasal dari Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP, sebagai bentuk apresiasi atas kiprah Boby selama dua periode di kursi legislatif.

Saat dikonfirmasi terkait pencalonannya, Boby menegaskan kesiapannya jika partai memberi amanah.

img_title Tekan Kebocoran PAD, DPRD Karanganyar Dorong Seluruh Pembayaran Pajak dan Retribusi Beralih ke Sistem Digital

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini penghargaan sekaligus tantangan bagi saya. Saya siap menunggu arahan partai, dan dimanapun ditugaskan akan saya laksanakan sebaik-baiknya,” tegas Boby pada VIVA Jogja, Senin (8/9/2025). 

Boby mengakui posisinya sebagai kader termuda bukan untuk menyaingi para senior, melainkan untuk memperkuat keseimbangan. 

Ia menilai regenerasi penting dilakukan karena mayoritas pemilih di Pemilu mendatang berasal dari kelompok milenial dan Gen Z.

“Lima kandidat lain adalah senior saya yang hebat-hebat. Kami bersahabat, saling mendukung, dan berkomitmen menjadikan PDIP tetap solid serta berpihak pada wong cilik,” tambahnya.

Masuknya Boby dalam bursa Ketua DPC PDIP Karanganyar dinilai sebagai sinyal kuat bahwa partai mulai membuka ruang lebih luas bagi generasi muda. 

Kehadirannya dianggap dapat menjadi jembatan antara kepemimpinan lama dan kebutuhan politik era baru.