Genap Dua Tahun Berdiri, UMUKA Bidik 1.500 Mahasiswa Baru

Rektor UMUKA memberikan bingkisan pada mahasiswa Baru
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dodok Sartono, menyebut Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) sebagai “bayi ajaib” di dunia pendidikan tinggi Muhammadiyah. 

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

Julukan itu disampaikan saat kegiatan Launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (31/10), karena UMUKA mampu berkembang pesat hanya dalam dua tahun berdiri.

 “Baru dua tahun berdiri UMUKA sudah menampung lebih dari 500 mahasiswa. Perkembangan ini sangat luar biasa untuk kampus baru,” ujar Dodok pada wartawan usai Launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Jumat (31/10/2025). 

img_title UGM Tegaskan Jalur Seleksi Mahasiswa Baru Sudah Ditutup, Informasi Penambahan Kuota Hoaks

Ia menilai, kepercayaan masyarakat terhadap UMUKA adalah modal besar yang harus dijaga dengan peningkatan mutu, penguatan riset, dan inovasi berkelanjutan.

"Kesan positif di awal harus diiringi peningkatan kualitas. Jangan hanya ramai di awal, tapi lupa membangun kekuatan akademik dan riset,” tegasnya.

img_title Kemenag Terbitkan Izin Prodi Baru untuk UMUKA Karanganyar, Fakultas Agama Islam Resmi Dibentuk

Dalam arahannya, Dodok menekankan pentingnya riset sebagai dasar pengambilan keputusan dan inovasi kampus. Ia menilai, riset di perguruan tinggi Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada teori, tapi harus berpihak pada kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.

“Kampus yang maju adalah kampus yang risetnya berbasis data nyata, bukan perkiraan. UMUKA harus terus menumbuhkan budaya riset sejak dini,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar setiap kebijakan dan program pengembangan kampus mengacu pada hasil survei dan riset internal, termasuk dalam hal pelayanan mahasiswa.

"Mahasiswa adalah customer utama kampus. Dengarkan aspirasi mereka melalui survei terukur. Dari situ bisa lahir program yang relevan dan berdaya guna,” tambahnya.

Menurutnya, perbedaan utama antarperguruan tinggi bukan hanya pada fasilitas, tetapi juga pada kemampuan membangun keterikatan emosional dengan mahasiswa.

“Kalau ide dan keluhan mahasiswa direspons, mereka akan loyal. Sekarang paradigma pendidikan sudah berubah: kampus adalah lembaga pelayanan publik berbasis riset,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMUKA, Dr. Muh Samsuri, menegaskan pihaknya menargetkan 1.500 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Target tersebut dibarengi dengan komitmen memperkuat jejaring riset dan kerja sama akademik.

"Kami sudah menjalin kolaborasi dengan berbagai universitas Muhammadiyah dan beberapa kampus negeri. Fokusnya pada riset bersama, pengembangan dosen, dan inovasi pembelajaran,” ungkap Samsuri.

Halaman Selanjutnya
img_title