Libur Lebaran 2026, Kunjungan Air Terjun Jumok Tembus 7000 Wisatawan dalam 3 Hari
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kunjungan wisatawan saat momen Lebaran ke objek wisata Air Terjun Jumok di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, terpantau melonjak signifikan.
Lonjakan ini tidak hanya terjadi di Jumok, tetapi juga di Telaga Madirdo yang sama-sama dikelola BUMDes Alam Berjo.
Meski demikian, tingkat kunjungan ke Telaga Madirdo masih berada di bawah Air Terjun Jumok.
Jumlah wisatawan yang datang ke telaga tersebut diperkirakan sekitar seperlima dari total pengunjung Jumok, yang hingga kini tetap menjadi destinasi utama di kawasan itu.
Direktur Utama BUMDes Alam Berjo, Sularno, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung mulai terlihat sejak hari kedua Lebaran dan terus bergerak naik hingga mendekati puncak liburan.
“Alhamdulillah, kunjungan wisata tahun ini cukup ramai. Hari ini ada sekitar 4.500 pengunjung,” ujarnya saat ditemui VIVA Jogja, Senin (23/3/2026).
Sehari sebelumnya, jumlah wisatawan masih berada di kisaran 2.400 orang. Secara akumulatif, jumlah kunjungan sejak hari pertama hingga hari ketiga Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.
Air Terjun Jumok masih menjadi magnet utama wisatawan. Selain panorama alam yang menarik, akses yang mudah serta harga yang terjangkau menjadi faktor pendukung tingginya minat pengunjung.
Di sisi lain, Sularno mengungkapkan bahwa secara umum jumlah kunjungan tahun ini cenderung mengalami penurunan dibandingkan periode Lebaran sebelumnya, yang diperkirakan dipengaruhi kondisi ekonomi.
“Kalau secara keseluruhan memang ada penurunan, kemungkinan dipengaruhi kondisi ekonomi,” katanya.
Lonjakan kunjungan tersebut turut berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar. Para pedagang di kawasan wisata merasakan peningkatan pendapatan selama libur Lebaran.
Sularno, yang akrab disapa Larno, menyebut rata-rata pedagang mampu meraih omzet hingga Rp4 juta per hari.
“Rata-rata pedagang bisa mendapatkan sekitar Rp4 juta per hari saat libur Lebaran,” ungkapnya.
Tak hanya pedagang, warga yang bekerja sebagai tukang ojek wisata juga ikut merasakan lonjakan pendapatan.
Mereka melayani antar-jemput pengunjung dari area parkir menuju loket masuk, terutama saat volume kendaraan meningkat.
Kondisi ini menjadikan momen libur Lebaran sebagai periode “panen” bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.