Ekonomi DIY Tumbuh lebih Tinggi dari Nasional
- VIVA Jogja/RedDoorz
Realisasi IHK DIY pada bulan Oktober 2024 lebih tinggi dibandingkan pada September 2024 yang mencatat deflasi 0,10% (mtm), dan secara tahunan mencatatkan inflasi 1,85% (yoy).
Capaian inflasi DIY yang tetap terjaga pada rentang sasaran nasional 2,5 ± 1%, tidak terlepas dari sinergi berbagai Upaya pengendalian inflasi dalam TPID DIY yang semakin solid.
Diketahui, penyumbang utama inflasi di DIY adalah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 0,10% (mtm). Berdasarkan komoditasnya, inflasi DIY disumbang oleh komoditas kopi bubuk dengan andil 0,04% (mtm) sejalan dengan meningkatnya harga kopi dunia, daging ayam ras, buncis dan bawang merah seiring dengan stok yang mulai menurun pasca musim panen yang telah berlalu.
Inflasi juga ditopang dari emas perhiasan akibat kenaikan harga emas global sebagai dampak berlanjutnya ketidakpastian dan ketegangan geopolitik global.
Sementara Inflasi lebih tinggi tertahan oleh menurunnya harga komoditas kelompok transportasi dengan andil sebesar -0,06% (mtm), jika ditinjau dari komoditas BBM yang mengalami penurunan
dengan andil inflasi -0,07% (mtm) sejalan dengan penetapan penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95 (RON 95), Pertamax Turbon (RON 98), Dexlite, dan Pertamina DEX yang efektif berlaku per 1 Oktober 2024.
Sedang komoditas sayuran berupa wortel, cabai merah, terong, dan cabai hijau juga mengalami deflasi yang masing-masing memiliki andil -0,02% (mtm) sejalan dengan supply komoditas yang melimpah dari sentra produsen di tengah musim panen. ()