Keras! Nasaruddin Umar Minta UIN Sunan Kudus Berhenti Berkiblat ke Kampus Lain
- VIVAJogja
Menag menekankan bahwa kecerdasan dan keilmuan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Ia mengajak mahasiswa membangun kepribadian “ISTIQOMAH”, yang terdiri dari ikhlas, sabar, tawaduk, ihsan, qanaah, muruah, akhlak, dan hayat.
Menurutnya, karakter tersebut selaras dengan tujuan pendidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yakni melahirkan pribadi yang alim sekaligus arif.
“Yang kita inginkan adalah melahirkan pribadi yang alim tetapi juga arif. Karena orang yang arif pasti memiliki keilmuan, dan orang yang alim harus mampu menghadirkan kebijaksanaan dalam kehidupannya,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan Menteri Agama di UIN Sunan Kudus diawali dengan menyapa mahasiswa baru, kemudian dilanjutkan dengan peresmian Gedung Kuliah Terpadu dan Laboratorium Terpadu.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari penguatan sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta inovasi di lingkungan UIN Sunan Kudus.
Kehadiran Menteri Agama sekaligus menjadi bentuk perhatian dan penghargaan terhadap perjalanan panjang lembaga pendidikan tinggi Islam di Kudus.
“Kami datang bersama Pak Sekjen. Ini merupakan suatu bentuk penghargaan. Ada alasan mengapa tempat ini kami anggap sebagai sesuatu yang sangat berharga, sebagai super treasure,” ungkap Menag.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si. menyampaikan bahwa transformasi menjadi UIN merupakan hasil dari perjalanan panjang kelembagaan.
Ia menjelaskan, lembaga tersebut sebelumnya berkembang dari fakultas cabang, kemudian menjadi institusi pendidikan tinggi Islam yang mandiri, hingga akhirnya memperoleh mandat bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Kudus.
Menurut Rektor, transformasi tersebut bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan mandat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan secara lebih luas dan integratif.
Momentum launching UIN Sunan Kudus diharapkan menjadi titik awal lahirnya peradaban akademik baru yang memadukan keilmuan, inovasi, spiritualitas, serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan Sunan Kudus.
Gerakan Ekoteologi, Tanam 2.522 Pohon, Usai peresmian gedung, Menteri Agama bersama jajaran dan perwakilan mahasiswa baru juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan ekoteologi.
Sebanyak 2.522 bibit pohon, terdiri dari jenis matoa dan sukun, akan ditanam di lingkungan UIN Sunan Kudus. Penanaman simbolis oleh Menteri Agama menjadi pemantik gerakan hijau yang selanjutnya diikuti oleh mahasiswa baru.