Pelatihan Waiter/Waitress, Bekali Calon Pekerja Migran Hadapi Pasar Kerja Global

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Waiter/Waitress melalui program “SMK Go Global”
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja  – Persaingan di pasar kerja internasional yang semakin terbuka mendorong calon pekerja migran Indonesia untuk memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Waiter/Waitress melalui program “SMK Go Global” Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia 2026 yang digelar di Akademi Pariwisata STIPARY Yogyakarta, Rabu (26/08/2026).

img_title Bupati Sleman Sampaikan Duka Mendalam atas Kecelakaan Tol Madiun yang Tewaskan Empat Suporter PSS

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan generasi muda, khususnya calon pekerja yang memiliki minat bekerja di sektor pariwisata dan hospitality, baik di dalam maupun luar negeri. Peserta mendapatkan pembekalan keterampilan pelayanan sekaligus pemahaman mengenai sikap kerja, profesionalisme, bahasa asing, budaya kerja global, hingga prosedur penempatan pekerja migran secara resmi.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sumaryanti, mengatakan perubahan dunia kerja membuat persaingan tidak lagi terbatas pada wilayah administratif. Tenaga kerja Indonesia harus mampu bersaing dengan pekerja dari berbagai negara sehingga kompetensi menjadi salah satu modal utama untuk memperoleh kesempatan kerja.

img_title Pinjaman LPDB Rp750 Juta Dorong KDMP Tamanmartani Kembangkan Klinik dan Usaha Perikanan

Menurut dia, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang kompeten semakin meningkat seiring terbukanya pasar kerja internasional. Karena itu, peningkatan keterampilan harus dilakukan sejak sebelum calon pekerja memasuki dunia kerja.

“Tantangan dunia kerja saat ini semakin kompetitif dan tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat wilayah administrasi lokal. Kita sudah menghadapi pasar kerja terbuka yang membutuhkan kemampuan kerja yang kompeten,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

img_title Produsen Arumanis Tradisional di Sleman Terjepit Kenaikan Harga Bahan Baku

Sumaryanti juga menyampaikan bahwa keinginan masyarakat untuk bekerja ke luar negeri umumnya dipengaruhi sejumlah pertimbangan, antara lain keinginan meningkatkan pendapatan serta mencari peluang kerja. Besarnya peluang dan tingkat upah di sejumlah negara juga menjadi daya tarik bagi calon pekerja migran.

Namun, keinginan untuk bekerja di luar negeri harus diimbangi dengan kesiapan keterampilan dan pemahaman terhadap prosedur penempatan. Calon pekerja tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga perlu mengetahui hak dan kewajiban sebagai pekerja migran serta memastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pesan agar tidak mudah menerima tawaran pekerjaan tanpa terlebih dahulu memahami secara jelas jenis pekerjaan, negara tujuan, perusahaan atau pemberi kerja, besaran gaji, biaya penempatan, hak dan kewajiban, hingga mekanisme keberangkatan. Informasi yang belum jelas perlu dikonsultasikan kepada pihak yang berwenang.

Halaman Selanjutnya
img_title