Material Kayu Dilalap Api, Home Industry Handicraft Wonorejo Jepara Terbakar

Gudang terbakar Di Wonorejo Jepara (foto: dok. VIVAJogja)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogja –‎‎ JEPARA – Kebakaran melanda sebuah home industry kerajinan tangan atau handcraft di Desa Wonorejo RT 04/RW 01, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026) malam. Api melalap material kayu yang menjadi bahan utama produksi hingga menyebabkan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta.

img_title Momen Pemain EPA Persijap Tinggalkan Bus, Ramai-ramai Bersihkan Ikan Berserakan di Tol

‎Kebakaran terjadi di tengah permukiman padat penduduk. Kobaran api yang cepat membesar membuat warga panik dan berbondong-bondong keluar rumah untuk membantu proses pemadaman dengan alat seadanya 

‎Akses jalan menuju lokasi sempat dipadati warga yang ingin melihat kejadian tersebut. Kondisi itu membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja di tengah kerumunan untuk menjinakkan api.

img_title 134 Pendaftar, 24 Finalis! Mas dan Mbak Duta Wisata Jepara 2026 Berebut Mahkota

‎Warga juga berupaya membantu pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, material kayu yang tersimpan di lokasi membuat api dengan cepat membesar.

‎Home industry tersebut diketahui memproduksi berbagai kerajinan berbahan kayu, seperti talenan, tempat tisu, asbak, hingga sejumlah produk cendera mata.

img_title Jepara Koleksi 20 Medali Porprov Jateng 2026, Sepak Takraw Borong 6 Emas

‎Kobaran api bahkan sempat merambat ke rumah pemilik usaha. Pasalnya, lokasi produksi berada tepat di halaman rumah pemilik sehingga warga khawatir api menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.

‎Kepala Satuan Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Jepara, Edy Marwoto, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 19.15 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.29 WIB.

‎Sebanyak lima unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Armada terdiri atas tiga unit dari Mako 113, satu unit dari Pos Bangsri, dan satu unit dari Kota Jati.

‎“Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Api berhasil kami atasi pada pukul 21.17 WIB,” ujar Edy kepada VivaJogja setelah kebakaran teratasi.

‎Menurut Edy, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 30 x 20 meter. Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.

‎Petugas pemadam kebakaran bersama jajaran Polsek Kota dan Koramil setempat melakukan penelusuran untuk memastikan titik awal serta penyebab munculnya api.

‎“Kami masih melakukan pendataan dan penyelidikan terkait sumber api. Yang terpenting, kebakaran sudah berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa,” katanya.

‎Edy juga mengapresiasi kepedulian warga yang turut membantu proses penanganan kebakaran. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun terlalu dekat dengan lokasi kejadian.

‎Menurutnya, kerumunan warga dapat menghambat akses kendaraan pemadam kebakaran sekaligus membahayakan keselamatan masyarakat.

‎Selain itu, Edy meminta para pemilik usaha, khususnya pelaku home industry yang menggunakan material mudah terbakar, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

‎“Kami mengimbau pemilik usaha untuk selalu menyediakan APAR dan memastikan sarana proteksi kebakaran berfungsi dengan baik. Jangan menunggu terjadi kebakaran baru menyadari pentingnya alat pemadam,” tegasnya.

‎Tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka dalam kejadian tersebut. Home industry milik M. Muchlisin, warga Desa Ujungbatu RT 03/RW 01, Jepara, mengalami kerusakan berat.

‎Kerugian material sementara ditaksir mencapai kurang lebih Rp400 juta. Sementara penyebab pasti kebakaran dan titik awal api masih dalam proses penyelidikan pihak terkait.

‎Salah seorang warga, Julani, yang berada di lokasi mengapresiasi respons petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, petugas datang dan bekerja dengan cepat sehingga api tidak semakin meluas.

‎“Damkar keren,” ucap Julani singkat.