Gotong Royong Warga Yogyakarta Menguat Lewat Program Bedah Rumah

Pelaksanaan program bedah rumah warga di Kota Yogya bersama Badan Amil Zakat Nasional.
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja  – Semangat kebersamaan kembali tampak di tengah masyarakat Kota Yogyakarta melalui program bedah rumah yang digelar pada Minggu (27/09/2026). Program ini menyasar lima rumah warga di Kemantren Ngampilan dan Wirobrajan, menjadi bukti nyata kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta, dunia usaha, serta masyarakat dalam membantu warga memperoleh hunian yang lebih layak.

img_title Baznas Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Grand Baznas Award

Lima penerima manfaat dalam kegiatan tersebut adalah Siti Darmiyati dan Suari di Kelurahan Ngampilan, Suharyanto di Notoprajan, serta Murzunaenah dan Sumardi di Kelurahan Pakuncen, Wirobrajan. Dukungan perbaikan rumah berasal dari CSR Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan Arfa Barbershop melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, serta dari BAZNAS itu sendiri.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menegaskan bahwa pemerintah kota dalam program ini lebih berperan sebagai stimulan. Menurutnya, tujuan utama adalah mendorong kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar. “Pemerintah Kota Yogyakarta sebetulnya lebih banyak pada aspek memberikan stimulan, mendorong warga masyarakat untuk saling peduli terhadap tetangga-tetangga kita,” ujarnya.

img_title Charity Ride Pemkot Yogyakarta dan Kustomfest Himpun Rp1,029 Miliar untuk Bedah Rumah dan Pendidikan

Budi menekankan bahwa kepedulian terhadap tetangga merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. Semangat gotong royong atau sambatan, kata dia, harus terus dipelihara agar masyarakat dapat saling membantu ketika ada warga yang membutuhkan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga, perangkat wilayah, BAZNAS, serta pihak swasta yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Kemantren Ngampilan telah beberapa kali melaksanakan kegiatan serupa sebagai bentuk kepedulian terhadap warga. “Yang paling penting monggo gotong royong, sambatan istilahipun, kita lestarikan bersama, kita tingkatkan bersama,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Budi juga menegaskan bahwa BAZNAS Kota Yogyakarta secara rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk program bedah rumah. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap dan akan terus dilaksanakan hingga akhir tahun. Dukungan dari pihak swasta turut memperkuat program ini. Perwakilan Arfa Barbershop, Muhammad Fauzan Al Hafidz, mengatakan pihaknya menggandeng BAZNAS dalam penyaluran CSR untuk membantu salah satu penerima manfaat di Suronatan, yakni Suharyanto. “Harapannya kebermanfaatannya akan banyak, untuk yang bersangkutan, untuk memperbaiki rumah dan mendapatkan tempat tinggal yang layak huni,” katanya.

img_title Lilin Picu Kebakaran, Warga Karangwuni Kulonprogo Terima Bantuan dari Bupati dan BAZNAS

Bagi penerima manfaat, bantuan bedah rumah memiliki arti lebih dari sekadar memperbaiki kondisi bangunan. Siti Darmiyati, salah satu penerima manfaat di Ngampilan, mengaku perbaikan rumah akan membuat aktivitas sehari-hari keluarganya lebih nyaman, terutama ketika musim hujan. Ia bercerita bahwa kondisi atap rumah yang bocor selama ini membuatnya kesulitan beraktivitas. Selain itu, rumah yang berdampingan dengan bangunan kosong sering kali menjadi tempat tikus masuk ke rumahnya. “Aku pengen salat itu nyaman. Soale nek hujan, ibuku gak bisa ke musola. Kalau hujan, rumah bocor tidak nyaman untuk solat,” ungkapnya.

Siti berharap perbaikan atap, dinding, dan lantai rumah dapat membuat tempat tinggalnya lebih aman dan nyaman. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya, karena rumah layak huni menjadi kebutuhan mendasar bagi keluarganya.

Program bedah rumah yang dijalankan di Ngampilan dan Wirobrajan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat dapat menghadirkan perubahan nyata. Bantuan yang diberikan bukan hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Dengan adanya dukungan lintas sektor, warga yang sebelumnya kesulitan memiliki rumah layak kini dapat merasakan kenyamanan dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih dari itu, program ini menjadi simbol bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Yogyakarta. Pemerintah kota berperan sebagai penggerak, sementara masyarakat dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam mewujudkan kepedulian sosial. Bedah rumah bukan hanya tentang memperbaiki bangunan, melainkan juga tentang memperkuat ikatan sosial, membangun solidaritas, dan menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan.