Yogyakarta Jadi Pusat Pertemuan Wellness Nusantara

GKR Bendara bertemu dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Yogyakarta,
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja  – Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) kembali digelar untuk keempat kalinya pada 2026 dengan gaung yang semakin meluas. Festival yang lahir dari gagasan GKR Bendara ini kini tidak lagi sekadar menjadi ajang lokal, melainkan ruang temu bagi pelaku wellness dari berbagai daerah di Indonesia. Data pendaftaran per 1 Oktober 2026 mencatat 53 komunitas, fasilitator, dan institusi wellness dengan 84 usulan program. Menariknya, 32,1 persen di antaranya berasal dari luar Yogyakarta, melibatkan pelaku dari sedikitnya sembilan kota, termasuk Jakarta, Bekasi, Blora, Magelang, Salatiga, Malang, dan Banyuwangi.

img_title Srawung Wellness Dialogue: Yogyakarta Menyulam Ekosistem Pariwisata Kesehatan Berbasis Keterhubungan

Keterlibatan lintas daerah ini memperlihatkan perkembangan JCWF dari festival berbasis komunitas lokal menjadi ekosistem wellness Nusantara. Dalam pertemuan dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Yogyakarta, Kamis (1/10/2026), GKR Bendara menekankan pentingnya penguatan wellness tourism berbasis potensi daerah. Menteri Pariwisata menyambut baik semangat Yogyakarta dalam mengembangkan sektor ini dan menyatakan dukungan penuh dari kementerian, termasuk melalui kanal media serta jaringan komunitas wellness nasional.

Widiyanti juga mendorong gagasan expo bersama yang mempertemukan berbagai festival wellness di Indonesia, seperti BaliSpirit Festival dan JCWF. Platform bersama ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi komunitas, pelaku industri, dan destinasi, sekaligus memberi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi wellness masing-masing.

img_title Mendesain Ulang Pariwisata DIY: Menempatkan Manusia Kembali di Pusat

Keragaman program yang ditawarkan JCWF tahun ini semakin menegaskan bahwa wellness bukan sekadar yoga. Dari 84 usulan program, kategori terbesar adalah Emotional & Social Wellbeing dengan 34 program atau 40,5 persen. Program ini mencakup meditasi, sound bath, refleksi, konseling, hingga aktivitas koneksi sosial. Dominasi kategori ini sejalan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap kesehatan mental dan kebutuhan ruang refleksi dalam kehidupan modern.

Selain itu, terdapat 11 program Cultural Immersion yang menghadirkan pengalaman budaya, 11 program Creative Wellbeing yang menekankan kreativitas sebagai bagian dari kesehatan jiwa, 10 program Mindful Movement yang berfokus pada gerakan sadar tubuh, 10 program Wellness Knowledge yang menyajikan pengetahuan tentang kesehatan holistik, serta 8 program Nature Connection yang menghubungkan manusia dengan alam. Komposisi ini memperlihatkan wellness sebagai ekosistem multidimensional yang mencakup tubuh, emosi, relasi sosial, budaya, kreativitas, alam, dan pengetahuan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title JCWF 2026, GKR Bendara Bangun Ekosistem Wellness Berbasis Budaya Yogyakarta