HUT ke-26 DWP DIY Jadi Tonggak Penguatan Peran Perempuan

GKR Bendara
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Daerah Istimewa Yogyakarta menandai usia ke-26 dengan tekad memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus pilar penyeimbang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Puncak peringatan berlangsung khidmat di Bangsal Kepatihan, Jumat (12/12), menghadirkan refleksi mendalam tentang kontribusi perempuan dalam membangun fondasi bangsa.

img_title Jogja Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Expo Bisnis, Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional hingga Global

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam sambutannya menegaskan bahwa integritas ASN tidak hanya lahir dari regulasi birokrasi, tetapi juga berakar dari lingkungan keluarga. Menurut Sri Paduka, DWP berperan penting sebagai pendamping suami dalam menjaga budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Dharma Wanita Persatuan menjadi penyeimbang bagi suami dalam menjalankan tugas, mendorong terciptanya budaya sederhana, jujur, serta menjauhi potensi pelanggaran etika dan hukum,” ujar Sri Paduka. Ia menambahkan, keluarga yang kuat dan adaptif merupakan fondasi utama pembangunan daerah, terlebih di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial.

img_title DIY Perkuat Diplomasi Budaya Jawa di Suriname

Sri Paduka berharap DWP DIY terus memperluas manfaat melalui penguatan literasi perempuan, pelatihan kewirausahaan, serta kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat akar rumput.

Momentum Refleksi dan Penguatan Peran

img_title Wagub DIY dan Kapolda Baru Sepakat Selaraskan Penanganan Dinamika Sosial

Ketua DWP DIY, Ny. Priyantinah Tri Saktiyana, menekankan bahwa peringatan HUT ke-26 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi. Dengan tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045” dan tagline “DWP Mengajar: Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, ia menyoroti pentingnya peran perempuan dalam keluarga sebagai penentu arah masa depan bangsa.

“Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan keluarga, karakter generasi, dan ketangguhan perempuan,” jelasnya. Priyantinah menekankan konsep Asih, Asuh, Asah sebagai landasan tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menegaskan komitmen DWP DIY untuk memperkuat kualitas pendidikan keluarga, kesadaran kesehatan, penguatan ekonomi perempuan, serta penanaman nilai kebangsaan. “Dari tangan perempuanlah karakter bangsa ditempa. Mari jadikan organisasi ini ruang tumbuh perempuan tangguh yang bersinar, cerdas dalam berpikir, dan lembut dalam kasih sayang,” ujarnya.

Ketua Panitia HUT ke-26 DWP DIY, GKR Bendara, melaporkan bahwa perayaan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan sejak awal Desember. Di antaranya donor darah dan bazar UMKM bekerja sama dengan PMI Kota Yogyakarta, sarasehan bersama OJK DIY dan Prodia tentang pencegahan fraud investasi dan deteksi dini kesehatan, serta program DWP Mengajar dan bakti sosial di TPA Among Putro berupa penyerahan buku cerita anak dan media pembelajaran.

Halaman Selanjutnya
img_title