Bupati Kulonprogo Apresiasi Pemuda Tak Malu Bertani

Wiwitan dan panen raya padi di Bulak Rowo Lendah Kulonprogo.
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Wuri D

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan mengapresiasi munculnya peran generasi muda dalam pengembangan sektor pertanian. Dalam sambutan pada acara wiwitan dan panen raya padi di Bulak Rowo Jembangan Gulurejo Lendah Kulonprogo, Kamis (10/4/2025), Agung Setyawan menyatakan bahwa Gulurejo menjadi salah satu wilayah dengan cadangan pangan yang tinggi.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

“Istimewanya disini pemuda sadar bertani, tidak malu bertani. Sudah muncul petani millenial. Mereka bertani dengan kegiatan pertanian mengarah hortikultura cabai, semangka, melon, padi. Kemudian juga disana di bulak Srikayangan, Sentolo pertanian bawang merah," ucap Bupati Kulonprogo.

Agung juga berterima kasih program pendidikan taruna tani yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kulonprogo, untuk mendukung regenerasi petani muda.

img_title Kulonprogo Sambut Kunjungan Kaji Tiru Pemkab Barito Utara, Sinergi Jadi Kunci Inovasi Pemerintahan

"Kami menyambut baik pendidikan taruna tani yang sedianya dilaksanakan di Kota Yogyakarta, Alhamdulillah kemarin kami minta di Kulonprogo per-periodenya 50 peserta. Dalam hal ini Kulon Progo mendapat skala prioritas," imbuhnya.

Agung menambahkan untuk memaksimalkan hasil pertanian, dibutuhkan dukungan sarana prasarana pertanian yang memadai namun kapasitas peralatan tetap harus disesuaikan dengan kondisi wilayah.

img_title Kulonprogo Siapkan 38 Pramuka Penggalang untuk Jamnas XII di Cibubur

"Di sini masih sangat membutuhkan yang pertama dryer yang kedua peralatan-peralatan pertanian yang saya pikir tidak perlu gede tetapi kecil namun dalam jumlah banyak , combine (mesin pemanen) itu tidak perlu yang segede itu , karena di sini adalah ngerusak galengan, alat luku garu yang kecil karena kalau yang gede ternyata juga sangat kesulitan," urai Agung.

Agung menegaskan dengan dukungan kolaborasi berbagai phak, Kulon Progo siap mewujudkan ketahanan pangan kemandirian pangan dan kedaulatan pangan.

"Untuk lahan pertanian baik itu LSD dan LP2B masih lebih dari cukup dan mampu menyangga kebutuhan pangan Kulon Progo bahkan surplus sehingga bisa berkontribusi untuk daerah sekitarnya," tandasnya.

Ditambahkan Asisten Sekda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana, bahwa wiwitan panen ini hendaknya dimaknai secara mendalam, bukan sekedar kegiatan tradisi rutin namun bagian upaya meyakinkan diri untuk bersama mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan.

"Dalam konteks inilah wiwitan dan panen raya di Kelurahan Gulurejo Kabupaten Kulonprogo menjadi tidak hanya tradisi rutin namun bentuk gerakan kultural sekaligus ekologis dan ekonomi. bahwa kita memilih untuk berdiri tegak di atas bumi kita sendiri. memanen hasil dari panen jerih payah kita sendiri dan menyatu dalam semangat mandiri pangan," kata Tri Saktiyana saat membacakan weling Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Halaman Selanjutnya
img_title