Tol Jogja-Solo Tambah Lahan 581 Bidang
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Proyek jalan Tol Jogja-Solo masih membutuhkan penyesuaian desain dan akses, sehingga Tim satuan tugas (Satgas) pembebasan lahan masih memerlukan tambahan 581 bidang tanah yang tersebar di 11 kalurahan di Kabupaten Sleman yakniKalasan, Prambanan, Depok, Mlati, dan Gamping. Beberapa kalurahan yang terkena dampak antara lain Tirtomartani, Purwomartani, Bokoharjo, Maguwoharjo, Condongcatur, Caturtunggal, Sinduadi, Sendangadi, Trihanggo, Tlogoadi, dan Tirtoadi.
Menurut Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman, Hary Listantyo Prabowo, penambahan lahan ini diperlukan untuk mendukung konstruksi dan pelebaran jalan, termasuk pembangunan Exit Tol di Tirtomartani.
Sejauh ini ada dua lokasi yakni Trihanggo dan Tirtomartani yang berpotensi jadi prioritas pengadaan lahan tambahan. Sebab, proyek konstruksi yang sudah mendekati dua area tersebut.
Hary Listantyo Prabowo menjelaskan Satgas A dan Satgas B akan melakukan identifikasi dan inventarisasi dalam proses pengadaan lahan tambahan ini. Rencananya Satgas akan mulai turun ke lapangan pada Senin (16/6/2025), di sekitar area Simpang Empat Kronggahan.
Dikatakan, setelah proses identifikasi dan inventarisasi, tahapan lainnya yang harus dilakukan antara lain pengumuman kepada warga, juga sanggahan dari warga.
Setelah appraisal turun, selanjutnya akan dilanjutkan dengan musyawarah untuk langkah validasi, dan setelah proses validasi dilakukan, berlanjut ke proses pembayaran dana ganti rugi.
Diketahui, proyek Tol Jogja-Solo hingga Juni 2025, telah memasuki progres pembangunan seksi 2 Paket 2.2 yang mencakup ruas Trihanggo-Junction Sleman dan telah mencapai 59,34 persen.
Beberapa komponen utama yang telah dikerjakan antara lain 30 pilecap dari total 48 unit yang dibutuhkan, 18 pier dari 45 unit yang direncanakan, 14 abutment dan pierhead dari 44 unit yang diperlukan. Serta pengerasan jalan dengan metode rigid pavement di beberapa titik strategis.
Saat ini, pengerjaan di area Ringroad Trihanggo hampir rampung, dengan fokus pada pembangunan pierhead menggunakan metode sosrobahu, yakni teknik yang memungkinkan lengan jalan layang diputar 90 derajat setelah rampung.