Integrasi Circular Economy dalam Pendidikan Tinggi
- hms
Mengadopsi prinsip Ekonomi Sirkular dalam pendidikan membuka peluang bagi mahasiswa untuk mempelajari cara-cara mengurangi dampak lingkungan, melalui langkah-langkah seperti mempertimbangkan kembali penggunaan sumber daya (Rethink), mengurangi pemakaian (Reduce), menggunakan kembali (Reuse), mendaur ulang (Recycle), memulihkan (Recovery), dan memperbaiki (Repair).
Menciptakan kesadaran dilingkungan kampus contoh sederhananya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan disesuaikan dengan jenis sampahnya. Konsep pendidikan dengan mengedepankan Circular Economy kini diterapkan dalam penyediaan infrastuktur pembangunan gedung perkuliahan yang terdapat pada Universitas Muhammadiyah Kudus(UMKU).
Kampus yang terletak di jantung Kota Kudus ini membangun gedung 4 lantai dengan bahan dasar container bekas. Gedung yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah ini memiliki 13 ruang kuliah, ruang dosen, ruang meeting, dan rooftop untuk kegiatan mahasiswa.
Penggunaan container bekas termasuk dalam kategori mengurangi pemakaian (Reduce), menggunakan kembali (Reuse), mendaur ulang (Recycle) hingga bak sulapan Ajaib, kini menjadi gedung yang benar-benar berkualitas dan representatif sebagai tempat kawah candra dimuka atau sangat layak sebagai sarana ‘penggemblengan’ calon-calon penerus estafet bangsa.
Bukan mustahil jika nantinya salah Perguruan Tinggi Muhammadiyah(UMKU) ini akan menjadi episentrum pendidikan dengan prinsip circular ekonomi.
Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, hemat dan tidak merusak lingkungan, manajemen (kampus berkembang) dapat mengalokasikan pendanaan ke dalam berbagai aspek yang tentu ergonomis, semisal dukungan beasiswa, riset, hingga curah gagasan menemukan inovasi-inovasi baru.
Penerapan model pendidikan yang berfokus pada 3 hal (pendidikan, kualitas institusi dan kesediaan infrastruktur) akan mampu membentuk generasi emas yang mampu membawa perubahan, generasi-genarasi trengginas yang lebih mandiri, adaptif, berkemajuan dan mampu memberikan dampak luar biasa bagi tantangan global.