Pengendalian Hama Tikus Sejak Dini Dengan Emposan dan Gropyokan
- jogja.viva.co.id/Wuri D
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo bersama para petani menggencarkan pembasmian hama tikus di bulak sawah Kalurahan Wahyuharjo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan tingkat serangan yang tinggi, berdasarkan laporan petani dan hasil pengamatan petugas lapangan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Wazan Mudzakir menjelaskan hama tikus termasuk dalam kategori OPT yang sangat merusak. Mereka menyerang tanaman padi terutama di fase awal pertumbuhan dan seringkali menyebabkan gagal panen.
Sehingga diambil langkah gropyokan dan emposan tikus ini, tepat saat wilayah Kulonprogo sedang dalam masa pengolahan tanah pasca panen, dengan perkiraan musim tanam berikutnya dimulai pada bulan September.
"Oleh karena itu, pengendalian tikus sejak dini menjadi langkah penting agar tanaman padi bisa tumbuh optimal tanpa gangguan. Ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan rutin terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di wilayah Kulonprogo," kata Wazan Rabu (20/08/2025).
Wazan menyebut Saat ini wilayah Kulon Progo sedang dalam masa pengolahan tanah pasca panen, dengan perkiraan musim tanam berikutnya dimulai pada bulan September. Pembasmian hama tikus sawah dilaksanakan menggunakan dua metode utama yaitu geropyokan dan emposan.
Geropyokan adalah metode tradisional yang dilakukan dengan cara memburu tikus secara langsung di sawah. Sedang emposan adalah metode modern yang menggunakan bom asap yang dimasukkan ke dalam lubang sarang tikus, kemudian ditutup untuk membunuh tikus di dalamnya.
Setelah beberapa saat, dibongkar kembali bersama petani dan terbukti banyak tikus yang mati di dalam sarang yang diasapi tersebut. "Kegiatan ini sekaligus sosialisasi dan edukasi kepada para petani tentang efektivitas penggunaan metode emposan dalam membasmi hama tikus," katanya.
Selain hama tikus, Dinas Pertanian juga terus melakukan pengawasan terhadap serangan hama wereng dan penyakit akibat jamur, yang kerap muncul di fase pertumbuhan tertentu.
"Kami berharap pengendalian hama bisa dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh agar hasil pertanian optimal. Untuk itu, kami juga berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan untuk mendorong penganggaran kegiatan pengendalian hama menggunakan dana desa," tuturnya.