Deklarasi Kulonprogo Damai Tolak Aksi Anarkis
- jogja.viva.co.id/Wuri D
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Mengenakan baju putih dengan pita hitam di lengan, Bupati Kulonprogo Agung Setyawan memimpin deklarasi Kulonprogo Damai di Taman Budaya Kulonprogo Senin (01/09/2025) petang, bersama Wakil Bupati Ambar Purwoko, Ketua DPRD Kulonprogo Aris Syarifudin, Forkompinda, Tokoh Lintas Agama, perwakilan elemen masyarakat, perwakilan ojek online, perwakilan partai politik, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Kulonprogo.
Deklarasi itu menyerukan menyerukan tekad dan komitmen menjaga kondusifitas dan ketertiban di wilayah Kulonprogo tercinta, juga tegas menolak tidak anarkis.
"Kami menolak, segala tindakan anarkis, yang berpotensi mengganggu kedamaian, di wilayah kulon progo tercinta," kata Agung diikuti peserta deklarasi.
Seluruh elemen masyarakat juga bertekad mewujudkan suasana damai untuk mendukung suksesnya pembangunan. "Kami bertekad, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, demi menciptakan suasana damai, untuk mendukung jalannya Pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas Agung.
Usai mengucapkan Deklarasi Kulonprogo Damai, para peserta membubuhkan tandatangan di selembar kain.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Kesbangpol Kulonprogo Budi Hartono mengatakan pakaian putih hitam dan pita hitam di lengan merupakan simbol keprihatinan kondisi bangsa saat ini. "Sebenarnya acaranya Kick Off untuk rangkaian kegiatan hari jadi Kulonprogo yang ke-74. Karena perkembangan kondisi terkini menjadi ide dari beliau Pak Bupati menginginkan momen hari ini digunakan sekaligus juga sebagai momen untuk menyampaikan deklarasi kebulatan tekad untuk menjaga kondusifitas, damai di wilayah Kulon Progo," katanya.
"Kami menggunakan seragam putih berpita hitam adalah sebagai simbol sebuah keprihatinan terhadap kondisi bangsa terkini dan mudah-mudahan semuanya akan cepat terselesaikan," pungkasnya.