TPA Beringharjo: Menjaga Hak Anak di Tengah Pasar

TPA Beringharjo berikan hak anak berpendidikan
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Wuri D

VIVA Jogja - Di tengah denyut ekonomi Pasar Beringharjo, sebuah ruang kecil di pojok barat laut pasar sore menjadi tempat tumbuhnya harapan besar bagi anak-anak usia dini. Tempat Penitipan Anak (TPA) Beringharjo bukan sekadar ruang penitipan, melainkan wujud nyata tanggung jawab sosial dan komitmen terhadap pemenuhan hak anak atas pendidikan dan pengasuhan yang layak.

img_title Ribuan Anak Panah Melesat di Wates, Jemparingan Nasional Semarakkan HUT ke-75 Kulonprogo

Didirikan sejak tahun 1994 pada masa kepemimpinan Wali Kota R. Widagdo, TPA ini lahir dari keprihatinan ibu-ibu PKK Kota Yogyakarta yang kerap menyaksikan anak-anak kecil ikut berjualan bersama orang tuanya tanpa pengawasan memadai. Bekas kantor pemasaran pasar pun disulap menjadi ruang belajar dan bermain yang aman dan ramah anak.

“Dulu kami lihat anak-anak dibawa masuk ke pasar, tidak ada yang mengurus. Akhirnya kami berinisiatif mendirikan TPA di sini,” ujar Yustina Suyantini, Koordinator dan Pendidik TPA Beringharjo.

img_title Jogja Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Expo Bisnis, Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional hingga Global

Pendidikan Layak di Tengah Lingkungan Pasar

Meski berada di lingkungan pasar, TPA Beringharjo menerapkan kurikulum merdeka dengan pendekatan STEM dan pengenalan Calistung (baca, tulis, hitung) melalui permainan. Anak-anak dikelompokkan sesuai usia, dan proses penerimaan dilakukan bertahap agar mereka dapat beradaptasi secara optimal.

img_title Pemkab Kulonprogo Kampanyekan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah untuk Perkuat Tumbuh Kembang Anak

Saat ini, TPA menampung 52 anak dari kuota maksimal 60. Mereka diasuh oleh sembilan tenaga teknis dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, serta dibantu pengurus TP PKK yang bergiliran piket setiap hari.

“Anak-anak baru perlu deteksi dini dan pengawasan khusus. Kalau masuk bersamaan, perhatian bisa terbagi,” jelas Yustina.

Selain pendidikan formal, TPA Beringharjo juga berfokus pada pembentukan karakter. Anak-anak diajarkan berbicara sopan, mandiri saat makan, dan menjaga kebersihan diri. Mereka juga dibiasakan tidur siang, mandi, dan bersiap sebelum dijemput orang tua.

“Kami ajarkan anak-anak makan sendiri, tidak disuapi. Setelah selesai, mereka menaruh piring dan gelas ke tempatnya,” kata Siti Hafsah, Wakil Ketua TP PKK Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Pengelola TPA.

Biaya penitipan hanya Rp 5.000 per hari, sudah termasuk dua kali makanan ringan dan satu kali makan siang. TPA ini menjadi rumah kedua bagi anak-anak pedagang dan pekerja toko di Pasar Beringharjo, dengan usia berkisar dua hingga lima tahun.

Halaman Selanjutnya
img_title