DIY Tanggung Biaya Hidup Mahasiswa Sumatra Terdampak Bencana
- Dok Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menyalurkan bantuan biaya hidup selama enam bulan bagi mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana. Bantuan ini menyasar 1.296 mahasiswa dari 52 perguruan tinggi negeri maupun swasta di DIY, dengan penyerahan simbolis dilakukan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Bangsal Kepatihan.
Dalam kesempatan itu, Sri Sultan menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan kelanjutan tradisi solidaritas yang telah lama dijalankan oleh DIY. Ia mengingatkan kembali sejarah masa lalu ketika Sri Sultan Hamengku Buwono IX menanggung penuh biaya hidup mahasiswa Sumatera di Yogyakarta saat peristiwa PRRI. “Kami ingin memastikan tujuan mereka datang ke Jogja untuk belajar tidak terputus di tengah jalan. Dari pengalaman yang ada, semua bisa menyelesaikan pendidikannya karena beban itu kita tanggung bersama,” ujar Sri Sultan.
Bantuan yang diberikan berupa biaya hidup sebesar Rp300.000 per bulan per mahasiswa, ditanggung Pemda DIY dengan dukungan BAZNAS DIY serta dua yayasan mitra, YPM dan YPACC. Selain itu, Pemda juga menyalurkan bantuan logistik berupa beras ke asrama-asrama mahasiswa asal Sumatera, serta memastikan adanya relaksasi biaya kuliah. Kampus-kampus di DIY turut berkomitmen memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), mulai dari pembebasan penuh bagi kategori terdampak berat, hingga potongan 25 persen bagi kategori ringan.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, menjelaskan bahwa proses validasi data dilakukan secara cepat agar bantuan segera cair. “Awalnya kami mendata berdasarkan NIM, namun karena penyaluran melalui rekening BPD DIY membutuhkan NIK, kami bekerja lembur dua hari untuk melengkapinya,” jelasnya. Ia menambahkan, kerja sama 52 perguruan tinggi menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan memenuhi syarat administrasi perbankan.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah nyata mahasiswa yang berjuang melanjutkan pendidikan. Azmi, mahasiswa Teknik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta asal Aceh Tamiang, menceritakan keluarganya kehilangan rumah akibat banjir besar. “Kemarin banjir sampai seatap rumah. Sekarang semuanya masih mengungsi,” katanya. Tanpa kiriman dari orang tua, Azmi sempat bertahan dengan tabungan dan bantuan makan gratis dari kampus. Bantuan biaya hidup dari Pemda DIY, menurutnya, menjadi harapan besar agar ia bisa tetap bertahan di Yogyakarta hingga menyelesaikan studi.