118 Titik Bencana di DIY 100 KK Kulonprogo Terdampak
- Istimewa
KULONPROGO, VIVA Jogja – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta pada 26–27 Desember 2025 memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Kulonprogo, banjir dan tanah longsor melanda enam kapanewon dengan total 23 titik kejadian.
Salah satu banjir terparah terjadi di Padukuhan Bujidan, Kapanewon Kokap, akibat luapan Sungai Pening. Tiga RT di wilayah tersebut terendam air setinggi 50 sentimeter, berdampak pada 100 kepala keluarga. Hingga Sabtu (27/12/2025) siang, genangan masih bertahan di permukiman warga.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, menyebut dari 23 titik bencana, tanah longsor mendominasi dengan 18 kejadian. Sisanya terdiri atas tiga titik banjir dan dua pohon tumbang. “Tanah longsor ada yang menjebol tembok rumah, menutup akses jalan, hingga merusak dapur warga. Namun sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka,” ujarnya.
Selain Kokap, titik bencana juga tercatat di Samigaluh (3 titik), Pengasih (3 titik), Girimulyo (1 titik), Temon (1 titik), dan Panjatan (1 titik). Di Temon, banjir merendam seluruh kelas SMKN 1 Temon dengan ketinggian air 40–50 sentimeter. Longsor di Kokap bahkan menutup jalan provinsi, kabupaten, dan desa di Kalurahan Hargotirto.
Dampak Regional DIY
Bencana di Kulonprogo merupakan bagian dari rangkaian cuaca ekstrem akhir tahun yang melanda DIY. BPBD DIY mencatat total 118 titik bencana di seluruh provinsi. Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 88 titik di delapan kapanewon. Dampaknya meliputi 79 pohon tumbang, 39 akses jalan terganggu, 25 rumah rusak, 15 gangguan jaringan listrik, delapan tanah longsor, serta banjir genangan yang memaksa evakuasi warga di Kapanewon Sanden.
Di Gunungkidul, tujuh titik bencana tercatat di Tanjungsari, Wonosari, dan Playen. Selain banjir dan longsor, 28 kios terdampak dengan estimasi kerugian mencapai Rp900 juta. Sementara itu, Kulonprogo melaporkan tujuh titik longsor tambahan yang berdampak pada lima rumah dan dua akses jalan, terutama di Kokap dan Girimulyo. Sleman dan Kota Yogyakarta relatif aman tanpa laporan signifikan.
BPBD DIY bersama TNI, Polri, Dinas Sosial, PMI, PLN, relawan, dan masyarakat setempat masih melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat penanganan. PLN juga bergerak cepat memulihkan jaringan listrik yang sempat terganggu di Bantul dan Gunungkidul.