Lonjakan Sampah Jogja Saat Libur Nataru Capai 390 Ton Per Hari
- Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 membawa dampak besar terhadap kebersihan Kota Yogyakarta. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat volume sampah harian meningkat hingga 50 persen dibandingkan hari biasa. Jika pada kondisi normal produksi sampah berada di kisaran 260 ton per hari, maka selama periode libur akhir tahun jumlahnya melonjak menjadi hampir 390 ton per hari. Lonjakan ini mulai terlihat sejak 22 Desember 2025, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan.
Kepala DLH Kota Jogja, Rajwan Tauriq, menegaskan bahwa meski terjadi peningkatan signifikan, pengelolaan sampah masih terkendali. DLH telah menyiapkan langkah antisipasi dengan membersihkan depo-depo sebelum masa libur, menutup permanen Depo RRI, serta memanfaatkan depo kosong untuk menampung tambahan sampah. Kapasitas pengolahan internal Pemkot Jogja saat ini mampu menangani sekitar 200 ton per hari. Untuk menutup kekurangan, DLH bekerja sama dengan pihak swasta yang mengolah tambahan 50 ton per hari. Selain itu, Pemkot masih memiliki kuota pembuangan sekitar 600 ton ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan hingga akhir Desember 2025.
Data DLH menunjukkan kawasan Malioboro, Tugu, dan Kotabaru menjadi penyumbang terbesar sampah selama libur Nataru, dengan rata-rata 70 ton per hari. Jenis sampah didominasi organik, sekitar 60 persen, terutama sisa makanan dari restoran dan pedagang kaki lima. Sisanya berupa anorganik, seperti plastik kemasan dan botol minuman yang banyak ditinggalkan wisatawan.
Lonjakan sampah ini sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan ke DIY. Dinas Pariwisata DIY mencatat kunjungan wisatawan selama libur Nataru 2025/2026 mencapai lebih dari 1,2 juta orang, naik 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 450 ribu wisatawan berkunjung ke Kota Yogyakarta, dengan Malioboro sebagai destinasi utama. Rata-rata lama tinggal wisatawan di Jogja selama libur akhir tahun tercatat 2,3 hari, sehingga konsumsi makanan dan belanja di pusat kota turut memperbesar produksi sampah.
Selain itu, DLH juga menggerakkan program ronda sampah di tingkat kampung untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan. Saat ini, Kota Jogja memiliki 45 bank sampah aktif yang melibatkan lebih dari 6.000 nasabah rumah tangga. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban depo dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.