Pantai Sepanjang Tampil dengan Wajah Baru
- Istimewa
GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja - Malam pergantian tahun di Pantai Sepanjang terasa berbeda. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meresmikan wajah baru kawasan wisata ini dengan pembangunan jalan lingkar dan penataan kios pedagang. Momentum pergantian tahun dimanfaatkan sebagai refleksi sekaligus rasa syukur atas perjalanan panjang daerah, serta langkah awal menuju pengelolaan destinasi yang lebih tertata.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa Pantai Sepanjang harus tetap menjadi ruang publik yang terbuka. Ia mengingatkan agar area pinggir pantai tidak dikapling untuk kepentingan pribadi melalui penyewaan tikar atau payung. “Pantai ini milik publik, sehingga pinggir pantainya harus menjadi area terbuka. Yang dikuasai hanya warungnya saja,” tegasnya.
Endah juga menyampaikan bahwa pengelolaan kawasan akan berada di bawah kendali Dinas Pariwisata. Tujuannya agar kunjungan wisatawan terus meningkat sekaligus memberdayakan UMKM lokal.
Kepala Dinas PUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menjelaskan bahwa pembangunan jalan kabupaten ruas 1712 (lingkar Pantai Sepanjang) menggunakan anggaran APBD Perubahan 2025 senilai Rp1,5 miliar. Proyek berupa jalan aspal sepanjang 552 meter dengan lebar 5 meter ini rampung dalam waktu 63 hari. Selain itu, pemerintah juga menyelesaikan pembangunan 109 kios untuk relokasi pedagang dengan investasi Rp399,7 juta. “Penataan akan kita lanjutkan di 2026 dengan melengkapi wastafel dan saluran air bersih berkolaborasi dengan PDAM, serta bangunan dengan nuansa merah putih,” ujarnya.
Peresmian kawasan Pantai Sepanjang turut dimeriahkan dengan peluncuran kuliner khas lokal bernama Makjang (Masakan Ikan Pantai Sepanjang). Hidangan ini berbahan dasar ikan tuna goreng dan sop ikan kakap putih, disajikan dengan sambal serta jeruk nipis. Bupati sendiri ikut melakukan demo masak untuk memperkenalkan kuliner tersebut. Terinspirasi dari wisata kuliner Bali, Makjang diadaptasi dari kekayaan hasil laut Gunungkidul dan diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
Berbeda dari perayaan tahun baru pada umumnya, acara di Pantai Sepanjang berlangsung khidmat tanpa pesta kembang api, mengikuti arahan Kapolri. Malam pergantian tahun diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta penggalangan donasi bagi warga yang terdampak bencana di Sumatera.