Pemkab Kulonprogo Salurkan BPNT APBD 2026 untuk 904 KPM
- Humas Pemkab Kulonprogo
KULONPROGO, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pengentasan kemiskinan dengan meluncurkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Program ini diresmikan melalui acara peluncuran yang berlangsung di E-Warong Kios Pasar Baru Sentolo pada Rabu, 25 Februari 2026, dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko.
Dalam laporan yang disampaikan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Ernawati Sukeksi, jumlah penerima bantuan tahun ini mencapai 904 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap keluarga akan menerima bantuan senilai Rp200.000 per bulan selama satu tahun penuh. Untuk tahap awal, penyaluran dilakukan sekaligus untuk dua bulan, yakni Januari dan Februari. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok seperti beras, lauk-pauk sumber protein, sayuran, dan gula, sehingga langsung dapat dimanfaatkan oleh keluarga penerima.
Mekanisme penyaluran BPNT ini merupakan hasil kerja sama antara Dinsos P3A Kulonprogo dengan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Cabang Wates sebagai bank penyalur. Selain itu, program ini juga didukung oleh 24 E-Warong yang tersebar di berbagai wilayah Kulonprogo. Pada acara simbolis di Sentolo, bantuan disalurkan kepada 61 KPM yang berasal dari Kalurahan Kaliagung, Banguncipto, Salamrejo, Sentolo, dan Sukoreno.
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bukti nyata sinergi pemerintah daerah dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa Kulonprogo masih menghadapi tantangan angka kemiskinan yang cukup tinggi dibandingkan kabupaten lain di DIY, sehingga program BPNT menjadi salah satu langkah penting untuk meringankan beban masyarakat. “Penyerahan bantuan ini adalah wujud nyata peran pemerintah dalam memerangi kemiskinan. Saya melihat penerima manfaat kali ini sudah tepat sasaran, terutama para lansia yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Rasa syukur juga disampaikan oleh warga penerima manfaat. Parni, seorang warga Banyunganti Kidul berusia 62 tahun, mengaku sangat terbantu dengan paket bahan pangan yang diterimanya. Ia menyebutkan bahwa bantuan tersebut berisi beras, ikan, pisang, tempe, tahu, sayuran, lele, dan gula jawa. “Alhamdulillah saya sangat senang. Bantuan ini sangat membantu, apalagi menjelang bulan Ramadan. Semoga program ini selalu berjalan lancar,” ungkapnya dengan penuh haru.