Wisata Bantul Dibanjiri 29.836 Pengunjung Saat Libur Lebaran 2026

Obyek wisata Air Terjun Sewu Watu Bantul
Sumber :
  • Dok Dinas Pariwisata Bantul

BANTUL, VIVA Jogja - Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama tiga hari masa libur, mulai Jumat 20 Maret hingga Minggu 22 Maret 2026, Dinas Pariwisata Bantul mencatat sebanyak 29.836 wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di wilayah tersebut. Dari kunjungan itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp430 juta.

img_title Wamen PKP Dorong Penataan Kawasan Bantul Hadapi Urbanisasi, Hunian Vertikal Jadi Salah Satu Solusi

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari seluruh Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) wisata, terutama di kawasan pantai selatan Bantul yang menjadi magnet utama wisatawan. Menurutnya, kepadatan pengunjung mulai terlihat sejak hari pertama setelah Idul Fitri, yaitu Jumat 20 Maret, dengan jumlah wisatawan mencapai 4.338 orang. Angka itu kemudian melonjak menjadi 8.510 orang pada Sabtu, dan mencapai puncaknya pada Minggu dengan 16.988 orang. Pantai Parangtritis, Depok, Goa Cemara, Samas, hingga Pantai Baru menjadi destinasi favorit yang dipadati wisatawan, sementara objek wisata alam seperti Hutan Pinus Mangunan dan Bukit Panguk Kediwung juga turut ramai meski dalam skala lebih kecil.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi lonjakan wisatawan. Salah satunya adalah dengan menambah jumlah petugas pemungut retribusi hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Jika pada hari normal jumlah petugas di gerbang masuk wisata hanya sekitar 40 orang, maka selama libur Lebaran jumlahnya ditingkatkan menjadi lebih dari 100 orang. Penambahan personel ini tidak hanya berasal dari internal dinas, tetapi juga melibatkan lintas sektor, seperti kepolisian, koramil, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga komunitas lokal. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran arus wisatawan, keamanan, serta kenyamanan selama berwisata.

img_title Pemkab Bantul Resmikan Jogging Track Paseban, Targetkan Fasilitas Sehat di Tiap Kapanewon

Selain pengelolaan retribusi, aspek kebersihan juga menjadi perhatian utama. Lonjakan pengunjung berdampak pada meningkatnya volume sampah di kawasan wisata, khususnya pantai. Oleh karena itu, petugas kebersihan yang biasanya hanya bertugas di pagi hari ditambah intensitasnya hingga siang dan sore. “Kami ingin memastikan pantai tetap bersih meski dipadati wisatawan sepanjang hari,” ujar Saryadi. Upaya ini dilakukan agar wisatawan merasa nyaman dan citra destinasi Bantul tetap terjaga.

Halaman Selanjutnya
img_title