Cahaya Syawalan: Menyulam Spirit Kebersamaan dan Integritas

Sri Sultan HBX saat Syawalan di Sleman
Sumber :
  • Dok Pemda DIY

SLEMAN, VIVA Jogja - Ramadhan dan Idul Fitri senantiasa hadir sebagai siklus spiritual yang mengajarkan manusia untuk kembali menata hati dan pikiran. Dalam momentum Syawalan Halal Bi Halal, nilai-nilai yang lahir dari ibadah sebulan penuh di bulan Ramadhan diharapkan mampu menjadi energi moral bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan kehidupan sosial maupun kebangsaan.

img_title Belanja Daerah DIY 2027: Strategi Rp4,93 Triliun untuk Tekan Kemiskinan dan Wujudkan Pancamulia

Dalam acara Syawalan bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual, melainkan proses pembentukan nurani. Dari keharuan berpisah dengan bulan suci, lahir embun hikmah yang harus diresapi dan diamalkan. Menurut beliau, keikhlasan, prasangka baik, tawakal, optimisme, serta kesabaran adalah sinergi nurani yang akan membuat manusia lebih siap menghadapi cobaan hidup.

Sri Sultan menekankan bahwa kesabaran bukanlah sikap pasif, melainkan kebijaksanaan untuk menerima kehendak Tuhan yang sering kali tidak terduga. Syawalan, dalam pandangan beliau, adalah telaga spiritual yang menyejukkan hati, menguatkan iman, dan memberi arah menuju kepastian. Dengan semangat Idul Fitri, hubungan antar sesama yang sempat kusut dapat kembali diurai. Kerukunan masyarakat harus dijaga meski perbedaan nalar dan sudut pandang kerap muncul. Bagi orang-orang yang arif, kesadaran untuk tidak melanggar aturan dan norma menjadi fondasi dalam menjaga harmoni sosial.

img_title SPPG Caturharjo Sleman, Koperasi Konsumen Mutiara Mandiri Sejahtera, Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa nilai keikhlasan, kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial yang dilatih selama Ramadhan adalah bekal penting dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia menegaskan bahwa semangat tersebut harus diwujudkan dalam tata kelola pemerintahan yang lebih baik, pelayanan publik yang humanis, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Harda menyadari bahwa tantangan pembangunan di Sleman semakin kompleks. Pertumbuhan penduduk, dinamika ekonomi, perkembangan teknologi, dan tuntutan pelayanan publik yang berkualitas menuntut respons cepat dan tepat. Karena itu, Pemkab Sleman berkomitmen membangun pelayanan prima yang tidak sekadar rutinitas, melainkan bentuk pengabdian tulus kepada masyarakat.

img_title Kasus Sumpah Palsu Hibah Pariwisata Sleman Resmi Disidik Polresta Sleman

Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) agar menjadi insan profesional, mumpuni, dan berintegritas. Integritas, menurut Harda, adalah landasan utama dalam setiap langkah pengabdian. Dengan integritas, ASN Sleman diyakini mampu menjadi pelopor perubahan menuju birokrasi yang bersih dan responsif. Semangat tersebut diharapkan membawa Sleman menjadi daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Halaman Selanjutnya
img_title