Warga Desa Daren Tidak Muluk-muluk Hanya Minta Jalan Mulus
- Vivajogja
Jogja –
JEPARA – Keluhan warga terkait kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki selama lebih dari satu tahun di jalur perbatasan Jepara-Kudus, tepatnya di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, viral di media sosial.
Bentuk protes dilakukan warga sebagai wujud kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Mulai dari pembentangan spanduk, tulisan di badan jalan, hingga pembuatan video kreatif live Tiktok yang menggambarkan kondisi jalan layaknya kolam saat diguyur hujan.
Salah satu aksi yang paling menyita perhatian publik adalah tulisan menggunakan cat semprot di badan jalan bertuliskan, "kapusan Janjine Bupati, Jepara Mulus Stop Bayar Pajak" yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti, "Tertipu Janji Bupati Jepara Mulus, Stop Bayar Pajak." Tulisan tersebut menjadi simbol kekecewaan warga terhadap janji perbaikan jalan yang hingga kini belum terealisasi dengan jarak kurang lebih Satu kilometer Hingga Ramai di media sosial (01/06).
Salah seorang warga sekaligus setempat, Muhammad Yusuf (42), yang akrab disapa Kaji Mamat, mengatakan masyarakat sebenarnya tidak muluk muluk menuntut pembangunan jalan secara mewah.
"Kami atas nama masyarakat tidak menuntut banyak. Yang penting jalan ini tidak berlubang. Tidak harus betonisasi atau jalan cor, asalkan tidak berlubang saja kami sudah senang," ujarnya kepada Vivajogja saat ditemui di workshop miliknya.
Menurutnya, masyarakat bahkan berinisiatif melakukan perbaikan sementara secara swadaya.
Warga mendatangkan satu truk material sirtu (pasir dan batu) untuk menambal sejumlah titik jalan yang rusak agar lebih enak di lewati.
"Penambalan menggunakan sirtu ini murni swadaya masyarakat. Tujuannya agar warga yang melintas lebih aman dan mengurangi risiko kecelakaan," imbuhnya.
Jalan di Desa Daren merupakan salah satu jalur penghubung penting di wilayah timur Kabupaten Jepara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kudus. Arus kendaraan di ruas tersebut terbilang padat karena menjadi akses utama aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Kondisi jalan yang rusak dan berlubang membuat masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan, meski hanya berupa penanganan sementara, agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin dan aktivitas warga tidak lagi terganggu.