Menemukan Surga di Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Sunrise di Puncak Sikunir
Sumber :
  • VIVA Jogja/Kemenparekraf RI

Wonosobo, VIVA Jogja - Panorama alam pegunungan yang sangat indah dengan udara yang sejuk dari atas ketinggian menjadi pesona tersendiri bagi Desa Wisata Sembungan.

img_title Ratusan Kader Golkar Wonosobo Gelar Konsolidasi dan Tasyakuran HUT Ke-62

Berada di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut, Sembungan dikenal sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa yang menawarkan eksotisme alam dan budaya.

Dari atas Sembungan, pengunjung bisa menikmati sunrise tercantik di Asia, dan kecantikan Telaga Cebong yang airnya selalu berkilau.

img_title HUT Ke-62, Kader Partai Golkar Wonosobo Tabur Bunga di TMP Wiropati

Telaga Cebong

Photo :
  • VIVA Jogja/Kemenparekraf RI

Pengunjung juga terbius oleh pesona air terjun atau curug Sikarim, dan menikmati produk olahan makanan dan minuman khas Dieng, seperti carica, purwaceng, terong kemar dan lombok (cabai) dieng.

img_title ARTOTEL Wanasaba Resmi Beroperasi di Wonosobo, Pemkab Harap Serap Tenaga Kerja

Lokasi Desa Sembungan sangat mudah dijangkau dari arah Wonosobo maupun Banjarnegara dan Kabupaten Batang .

Di sini, nyaris tak ada sinar matahari, udara dingin sepanjang hari. Suasana alamnya yang sejuk dan segar mampu menyihir dan bikin betah untuk berlama lama di sini.

Telaga Cebong yang indah dengan air yang berkilau, membuat orang membuka tenda dan camping di pinggir telaga. Saat pagi hari, cobalah mendaki ke Bukit Sikunir, dan membeli kentang bumbu, rasanya nikmat dan cocok menemani saat cuaca dingin sembari menikmati indahnya pemandangan alam.

Puncak Sikunir menjadi salah satu objek wisata Desa Sembungan yang menawarkan keindahan pemandangan matahari terbit (sunrise). Bahkan disebut sunrise di Puncak Sikunir ini yang terbaik di Asia.

Menuju Puncak Sikunir, wisatawan disuguhi pemandangan alam lainnya yaitu Telaga Cebong. Diberi nama “cebong” karena bentuknya menyerupai bayi katak.

Telaga ini dulunya bekas kawah purba seluas 18 hektare, akan tetapi seiring waktu kawah tersebut mati atau menyempit dan tersisa sekitar 12 hektare.

Telaga Cebong

Photo :
  • VIVA Jogja/Kemenparekraf RI

Pengunjung juga bisa menemukan kearifan lokal budaya setempat, yakni kesenian imo imo. Kesenian ini merupakan kesenian lokal desa , semua penari adalah laki-laki yang kesehaiannya sebagai petani.

Bentuk gerakannya mirip dengan rudad, nyanyiannya berisi pantun nasehat yang dinyanyikan dan diiringi musik tradisional rebana, dan bedug. Untuk wisata edukasi pengolahan sampah, ada paket wisata berdurasi sekitar 3 jam.

Halaman Selanjutnya
img_title