Ternyata, Ikan juga Perlu Vaksin

Budidaya perikanan membutuhkan vaksin
Sumber :
  • bing image creator

Sedang Dr Tharangani Herath dari Harper Adams University, Inggris, turut memberikan pandangan tentang pentingnya penguatan teknologi vaksinasi yang berbasis ilmiah. Tharangani membawakan topik mengenai adjuvant vaksin, yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk meningkatkan daya lindung vaksin terhadap infeksi.

Selama ini, ia konsisten meneliti imunologi ikan dan formulasi vaksin yang efisien untuk perikanan tropis dan subtropis. “Saya senang melihat keterlibatan aktif pelajar Indonesia. Topik yang saya bawakan hari ini adalah adjuvant vaksinasi, yaitu bahan yang ditambahkan ke dalam vaksin untuk meningkatkan efektivitasnya. Ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan vaksin yang aman dan berdaya lindung tinggi,” ucapnya.

Rangkaian seminar ISMFR akan berlangsung pada 15–16 Juli 2025 dan akan menampilkan hasil-hasil penelitian terbaru di bidang perikanan dan kelautan dari berbagai institusi nasional dan internasional. Tahun ini, ISMFR dan Semnaskan secara khusus mengusung tema besar mengenai keterkaitan antara Blue Economy, Blue Finance, dan Blue Justice dalam mendorong produksi hasil laut yang berkelanjutan. Kegiatan ini akan menghadirkan lebih dari 200 peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Korea Selatan, Inggris, dan Australia, serta para pembicara utama dari universitas dan lembaga riset terkemuka dunia.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk membangun sistem akuakultur yang lebih sehat, adil, dan berbasis pengetahuan. Dengan kolaborasi yang kuat dan dukungan lintas sektor, transformasi sistem vaksinasi perikanan di kawasan Asia Tenggara bukanlah hal yang mustahil.