Menteri Brian Resmikan PPDS Muhammadiyah–‘Aisyiyah

Mendiktisaintek serahkan sertifikat pendiriaan PPDS pada Rektor UMY
Sumber :
  • Humas UMY

BANTUL, VIVA Jogja - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof Brian Yuliarto, meresmikan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Acara peluncuran berlangsung meriah di Ballroom UMY Student Dormitory, menandai langkah penting dalam upaya memperkuat kualitas layanan kesehatan nasional.

Dalam pidatonya, Prof. Brian menegaskan bahwa pembukaan PPDS tidak boleh sekadar dipandang sebagai ekspansi program studi. Menurutnya, tujuan utama adalah melahirkan dokter spesialis yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Ia mengingatkan agar pengembangan program tidak terjebak dalam orientasi komersialisasi pendidikan, melainkan berlandaskan pada pengabdian dan kualitas.

Menteri Brian juga memberikan apresiasi atas konsistensi Muhammadiyah yang sejak awal berdiri menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari amal usaha. Ia menilai, langkah PTMA membuka PPDS merupakan wujud nyata gerakan Islam berkemajuan yang berorientasi pada solusi bagi umat melalui ilmu pengetahuan dan kerja kolektif.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti fenomena tingginya angka masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri. Setiap tahun, sekitar 10 miliar dolar AS atau setara Rp160 triliun mengalir keluar negeri untuk layanan kesehatan. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi institusi pendidikan kedokteran dan rumah sakit dalam negeri untuk meningkatkan standar layanan hingga berkelas internasional.

Prof. Brian mendorong PTMA untuk membangun rumah sakit Muhammadiyah yang unggul dan kompetitif secara global. Dengan demikian, keberadaan PPDS tidak hanya berdampak pada kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat kemandirian sistem kesehatan nasional. Ia menekankan bahwa mutu layanan harus berjalan seiring dengan akses pendidikan yang inklusif. PTMA diminta tetap memberi ruang bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah, sehingga pendidikan dokter spesialis tidak hanya dinikmati kalangan tertentu.

Menurutnya, profesi dokter dan pendidik merupakan ladang amal jariyah, karena ilmu dan pelayanan yang diberikan akan terus memberi manfaat bagi masyarakat. Mengakhiri sambutannya, Prof. Brian secara resmi meluncurkan 24 program studi PPDS PTMA dan berharap langkah ini menjadi awal lahirnya dokter spesialis yang unggul secara akademik sekaligus memiliki komitmen sosial yang kuat.