Dirga, Anak Dojo yang Menjadi Juara

Muhammad Dirga Ananta Firdaus
Sumber :
  • DOK Humas UGM

VIVA Jogja -  Bagi Muhammad Dirga Ananta Firdaus (21), matras judo bukan sekadar alas latihan. Dari sanalah mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini belajar jatuh, bangkit, dan akhirnya berdiri di podium juara.

Lahir di Makassar, Dirga tumbuh dalam keluarga yang akrab dengan judo. Ibunya memiliki latar belakang kuat di cabang olahraga ini, sementara dojo tempatnya berlatih sejak kecil dipimpin langsung oleh sang kakek yang menjadi sensei. Dari lingkungan itulah kecintaannya pada judo bersemi. “Awalnya hanya mengisi waktu senggang, tapi lama-lama saya diarahkan untuk ikut pertandingan,” kenangnya.

Debut kompetisi pertamanya terjadi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sulawesi Selatan 2018. Meski masih berusia 14 tahun, ia sudah merasakan tekanan pertandingan dan belajar mengelola rasa gugup. Sejak saat itu, ketegangan sebelum bertanding justru dianggapnya sebagai bagian berharga dari proses. “Sensasi takut dan tegang itu tidak bisa saya temukan di tempat lain. Saya bangga bisa mengalahkan rasa takut,” ujarnya.

Perjalanan panjang itu berbuah sederet prestasi. Dirga meraih perunggu di POPDA Sulsel 2018, perak di Judo Open Sulsel 2018, serta perak Bhayangkara Cup Sulsel. Di tingkat universitas, ia konsisten menyumbang medali untuk UGM: perak Porsenigama 2023, perunggu Porsenigama 2024, hingga puncaknya emas dan perunggu Porsenigama 2025.

Namun bagi Dirga, kemenangan bukanlah tujuan akhir. Ia menekankan bahwa judo menuntut disiplin di luar matras: menjaga pola tidur, mengatur berat badan, mengendalikan emosi, serta latihan tambahan seperti jogging dan gym. “Teknik bantingan itu penting, tapi yang lebih berat adalah konsistensi menjaga diri,” katanya.

Kini, di tengah kesibukan kuliah, Dirga tetap aktif berlatih bersama UKM Judo UGM dua hingga tiga kali sepekan. Dukungan keluarga, sensei, dan rekan latihan menjadi fondasi yang membuatnya bertahan. Momen paling berkesan baginya adalah saat meraih emas di Porsenigama 2025. “Itu pertama kali saya berdiri di podium tertinggi. Rasanya luar biasa,” ungkapnya dengan senyum bangga.

Perjalanan Dirga menunjukkan bahwa judo bukan sekadar olahraga, melainkan jalan hidup yang membentuk mental, disiplin, dan keberanian. Dari dojo keluarga di Makassar hingga podium kejuaraan di Yogyakarta, ia membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi mampu mengubah mimpi menjadi prestasi.