Tiga Nyawa Melayang di Jalur Wisata Ngargoyoso, Rem Blong Jadi Petaka di Turunan Maut

Laka Maut satu keluarga meninggal di Ngargoyoso
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Tragedi kembali menyelimuti jalur wisata Paralayang Segoro Gunung menuju Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso.

Tiga orang tewas mengenaskan dalam kecelakaan maut yang terjadi pada Senin pagi (23/6/2025). 

Ketiganya—dua perempuan dewasa dan seorang anak—terlempar dari motor yang mereka tumpangi setelah mengalami rem blong di turunan tajam kawasan tersebut.

Sepeda motor matik berpelat T 6529 RH yang mereka kendarai melaju tanpa kendali menuruni jalan curam sebelum akhirnya menghantam pohon besar di pekarangan rumah warga, tepat di dekat rumah seorang penduduk bernama Bu Rebo. Suara benturan keras mengagetkan warga sekitar yang segera berhamburan ke lokasi kejadian.

Bayu Widhi, relawan dari komunitas Kemuning Peduli, menjadi salah satu orang pertama yang melihat langsung kondisi korban. Ia menuturkan bahwa ketiganya sudah dalam keadaan tak bernyawa saat ditemukan.

"Korban semuanya meninggal di tempat. Kami langsung evakuasi ke Puskesmas Ngargoyoso sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Karanganyar,” terang Bayu kepada wartawan, Senin (23/6/2025). 

Hingga kini, identitas lengkap ketiga korban belum seluruhnya terungkap. Petugas hanya menemukan satu kartu identitas atas nama warga Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat.

Tidak ditemukan ponsel atau dokumen lainnya yang bisa menguak identitas dua korban lainnya. Hal ini menyulitkan proses identifikasi awal.

“Kami tidak menemukan HP maupun barang pribadi lain. Hanya ada satu dompet dengan KTP di dalamnya. Dua korban lainnya masih belum teridentifikasi,” tambah Bayu.

Jalur yang menewaskan tiga orang ini dikenal sebagai salah satu ruas paling ekstrem di kawasan wisata Ngargoyoso. Jalan yang menanjak dan menurun curam, ditambah kelokan tajam, menjadikannya rawan kecelakaan jika pengendara tak benar-benar siap.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para wisatawan maupun warga lokal yang kerap melintasi rute tersebut. 

Musim liburan yang kian dekat menuntut perhatian ekstra, baik dari pengguna jalan maupun otoritas terkait.

Masyarakat berharap, kejadian memilukan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi sistem pengamanan dan rambu peringatan di jalur rawan kecelakaan tersebut. 

Kesiapan kendaraan, terutama sistem pengereman, juga harus menjadi perhatian utama sebelum melintasi turunan maut Ngargoyoso.