Gen Z Ikut Ramaikan Lomba Rakyat di Karanganyar, Permainan Tradisional Kembali Hidup
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Permainan rakyat yang identik dengan perayaan kemerdekaan kembali menghidupkan suasana malam di Dusun Kebak, Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar.
Menariknya, peserta yang ikut meramaikan arena bukan hanya anak-anak, tetapi juga remaja dan Gen Z.
Balap karung, estafet sarung, cantol ceting, ludo hingga voli geber menjadi pilihan dalam Lomba Rakyat yang digelar DPC Partai Demokrat Kabupaten Karanganyar, Sabtu dan Minggu, 22-23 Agustus 2026.
Sejak perlombaan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, warga berdatangan dan memenuhi sekitar arena. Sorak penonton dan gelak tawa peserta mengiringi persaingan dalam setiap permainan.
Keterlibatan generasi muda menjadi bagian paling menarik dari kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menyaksikan perlombaan, tetapi ikut turun ke arena dan merasakan langsung permainan yang selama ini lekat dengan tradisi perayaan kemerdekaan.
Ketua DPC Partai Demokrat Karanganyar Tri Haryadi mengatakan pemilihan permainan tradisional sengaja dilakukan untuk memperkenalkan kembali permainan rakyat kepada generasi muda.
Menurut dia, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-25 Partai Demokrat dapat menjadi ruang untuk mempertemukan generasi muda dengan permainan yang mengandalkan interaksi dan kebersamaan.
"Melalui momen peringatan HUT RI ke-81 dan HUT ke-25 Partai Demokrat ini, kami ingin mengajak para remaja dan Gen Z untuk tidak lupa pada akar budayanya," ujar Tri Haryadi dalam rilisnya, Minggu (23/8/2026).
Ia menilai permainan tersebut tidak berhenti pada unsur hiburan. Peserta juga belajar berkompetisi secara sehat, bekerja sama dan menghargai peserta lain.
"Lomba ketangkasan tradisional ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata menanamkan rasa cinta tanah air, jiwa sportivitas, dan gotong royong sejak dini," katanya.
Lomba Rakyat itu mempertandingkan lima jenis permainan dengan karakter yang berbeda.
Balap karung menguji kecepatan sekaligus keseimbangan peserta. Estafet sarung menuntut kekompakan karena keberhasilan satu tim bergantung pada kerja sama seluruh anggotanya.
Sementara itu, cantol ceting membutuhkan fokus dan ketelitian. Ludo menghadirkan persaingan yang lebih mengandalkan strategi, sedangkan voli geber memadukan unsur olahraga dengan aturan khas lomba rakyat.