Teras Malioboro Catat Omzet Rp 78 Miliar

Pesta Oleh-Oleh 2024 di halaman Teras Malioboro
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Teras Malioboro sepanjang 2025 mencatatkan omzet tenant di kawasan ini menembus Rp78,3 miliar, melonjak drastis dari Rp22,4 miliar pada 2024. Kenaikan lebih dari dua kali lipat tersebut menandai keberhasilan ekosistem baru yang dibangun Pemerintah Daerah DIY bagi para mantan pedagang kaki lima Malioboro.

Tingginya arus kunjungan wisatawan menjadi faktor utama di balik capaian tersebut. Sepanjang tahun lalu, sebanyak 5.296.328 orang tercatat berkunjung ke Teras Malioboro. Kehadiran Teras Beskalan dengan amphitheater yang semarak, serta Teras Ketandan yang menghadirkan nuansa pecinan dan sejarah Tan Jin Sing, menjadi magnet baru yang memperkaya pengalaman wisata di jantung Yogyakarta.

Transformasi Teras Malioboro dari sekadar lokasi relokasi menjadi pusat literasi budaya ditegaskan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono. “Tantangan ke depan adalah menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi, penguatan kapasitas tenant, dan penyelenggaraan kegiatan budaya. Teras Malioboro bukan hanya pusat oleh-oleh, tapi ruang pengalaman budaya Yogyakarta,” ujarnya pada 10 Januari 2026.

Di balik angka omzet yang fantastis, terdapat kerja keras penguatan kapasitas pedagang. Hingga akhir 2025, sebanyak 1.380 tenant atau 70,26 persen dari total keseluruhan telah mengikuti pelatihan, mulai dari strategi permodalan hingga manajemen keuangan jangka panjang. Legalitas usaha juga diperkuat dengan penerbitan 1.365 Nomor Induk Berusaha (NIB). Komitmen pada kualitas layanan bahkan berbuah Sertifikasi ISO 9001:2015 dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Kepala Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY, Wisnu Hermawan, menilai pencapaian ini sebagai langkah awal yang penting. Ia menekankan perlunya pemerataan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di area depan, tetapi juga hingga lantai atas. “Kami berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada tenant melalui inovasi tata kelola produk. Harapannya, seluruh tenant tumbuh bersama dalam meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas usahanya,” katanya.

Survei terbaru menunjukkan tingkat kepuasan tenant mencapai 89,8 persen, sementara Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berada di angka 88,35 persen, naik 4,25 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan pondasi kokoh yang telah dibangun sepanjang 2025, Teras Malioboro menatap tahun 2026 dengan optimisme sebagai jantung ekonomi rakyat yang modern, sekaligus tetap berpijak pada nilai budaya Yogyakarta.