Libur Lebaran Okupansi Hotel DIY justru Turun

Hotel SANS Triplets near Jogja Expo Center
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

Selain faktor daya beli dan akomodasi ilegal, narasi besar mengenai jumlah wisatawan juga dinilai kontraproduktif. Publikasi angka jutaan pengunjung tanpa framing yang tepat justru menimbulkan persepsi macet dan tidak nyaman. Habibi menekankan perlunya perubahan strategi komunikasi pariwisata. “Ke depan, promosi harus lebih tersegmentasi, bukan lagi soal jumlah, tapi soal kenyamanan dan kualitas pengalaman. Wisatawan juga perlu diarahkan ke destinasi alternatif agar tidak menumpuk di titik tertentu,” katanya.

Menghadapi situasi ini, pelaku industri perhotelan mulai mengubah strategi. Tidak hanya mengandalkan diskon harga, tetapi juga melakukan efisiensi operasional, reposisi target pasar, serta menawarkan pengalaman wisata yang lebih berkesan. “Industri sudah mulai bergeser ke strategi yang lebih fundamental, yakni efisiensi operasional ketat, reposisi target pasar, hingga menjual experience, bukan sekadar kamar,” jelas Habibi.

Dengan berbagai tantangan yang ada, sektor perhotelan DIY dituntut untuk beradaptasi lebih cepat. Pemerintah daerah berencana meningkatkan kualitas event pariwisata dan memperkuat promosi agar lebih terarah. Harapannya, strategi ini mampu mengembalikan kepercayaan wisatawan dan meningkatkan okupansi hotel pada periode liburan berikutnya.