Festival Ramadan 2025, Unjuk Talenta Santri Pati Menembus Prestasi Dunia
- arif
PATI, VIVAJogja- Yayasan Jabalnur Pesantenan berkomitmen menjadikan Kabupaten Pati menjadi Kota Santri. Karena itu, yayasan setempat menggelar Festival Ramadan dengan beragam lomba bernuansa Islami.
Festival Ramadan bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, juga sebagai cara mengembangkan potensi para remaja Pati melalui lomba adzan dan seni kaligrafi.
Bahkan sejumlah santri dari Bumi Mina Tani juga pernah menorehkan prestasi luar biasa di bidang kaligrafi tingkat dunia. Yakni juara kaligrafi internasional di Turki pada tahun 2017, juara kaligrafi ASEAN pada 2003 dan juara internasional di Malaysia pada 2023.
Festival Ramadan kali ini dibuka oleh Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Senin (24/5/2025). Festival ini dikuti ratusan peserta, dan menjadi sorotan utama dalam menyemarakan bulan Ramadan.
Wabup Risma dukung gelaran Festival Ramadan Pati 2025
- arif
Selain itu, festival sebagai wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan keterampilan mereka dalam bidang kaligrafi dan adzan.
Wabup Chandra pun mengapresiasi pimpinan Yayasan Jabalnur Pesantenan beserta seluruh panitia, atas terlaksananya kegiatan penuh makna tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Pati sangat mendukung kegiatan positif seperti ini, yang tidak hanya menyemarakkan Ramadan, juga memberikan kesempatan generasi muda menyalurkan bakat mereka,” ujar Wabup Chandra.
Chandra menyebut, Festival Ramadan menjadi bentuk nyata memperkuat syiar agama Islam. Kemudian pengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan bermanfaat, serta meneruskan tradisi keagamaan dalam mengumandangkan azan.
Chandra berharap para peserta menunjukkan yang terbaik, agar nantinya dapat mewakili Kabupaten Pati dalam MTQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Tegal, pada 7 hingga 11 Juli 2025.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ramadan, Suharsi menyampaikan, lomba azan dan kaligrafi dengan tujuan membangun kekuatan iman dan takwa generasi muda.
“Kami ingin mendidik generasi muda menjadi penerus bangsa yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual yang tinggi,” ujar Suharsi.
Terlebih Pati dikenal sebagai Kota Santri, Suharsi berkomitmen terus mengembangkan potensi para remaja melalui lomba-lomba seperti ini.
Suharsi juga bangga atas prestasi luar biasa di bidang kaligrafi yang diraih santri asal Pati. Diantaranya Huda Purnawadi juara kaligrafi internasional di Turki pada tahun 2017, Miftahul Huda juara kaligrafi ASEAN pada 2003 dan juara internasional di Malaysia pada 2023.
“Prestasi ini adalah kebanggaan kita semua dan harus kita teruskan dengan memperbanyak lomba-lomba seperti ini agar kaligrafi dan seni Islam semakin dikenal,” tukas Suharsi.