Rektor UGM Terima Kunjungan 6 Duta Besar RI
- Humas UGM
Tyas Baskoro Her Witjaksono Adji, Duta Besar Indonesia untuk Kenya menyampaikan bahwa dukungan yang dapat diberikan di bidang pendidikan adalah dengan membantu memperbanyak pertukaran mahasiswa dan dosen. Hal ini selain dapat membantu UGM meningkatkan reputasi internasional, juga dapat memberikan exposure langsung untuk mahasiswa setempat mengenai Indonesia. Selain itu, kerja sama di bidang pertanian dan perikanan dapat dilakukan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas pertanian di negara tersebut. “Kami ingin agar hasil inovasi UGM ini bisa kita manfaatkan untuk mendorong kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat di sana. Sekaligus membawa merek nama Indonesia ke level yang lebih tinggi,” jelasnya,
Arief Hidayat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Zimbabwe mengungkapkan bahwa jika ahli di bidang resolusi konflik yang berasal dari UGM dapat bekerja sama melalui program U2U atau university to university. I
Menanggapi tawaran yang disampaikan para Dubes ini, Rektor menjelaskan bahwa apa yang sudah disampaikan sebelumnya selaras dengan apa yang tengah UGM lakukan saat ini. Ia membuka peluang kerja sama tersebut dalam meningkatkan reputasi universitas seperti adanya inisiasi pembukaan program double degree. “Saya kira ini membuka peluang-peluang baru juga untuk UGm dan kampus lainnya,” ungkapnya.
Soal peluang membuka kerja sama di bidang pertanian dan peternakan, Rektor menegaskan UGM pun telah mengembangkan varietas-varietas tanaman pangan yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk membantu negara-negara tersebut dari kelangkaan pangan. Sedangkan soal pengembangan kapasitas UMKM, Rektor sepakat agar bahwa kampus perlu membuka peran untuk meningkatkan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan. “Kita ingin menantunya UMKM bisa naik kelas dan memenuhi standarisasi saat memasuki era perdagangan global,” Pungkasnya.