UGM Salurkan Beasiswa dan Bantuan Laptop ke Mahasiswa
- Humas UGM
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, menyalurkan program bantuan pendidikan adalah beasiswa dan peminjaman laptop bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi ataupun berasal dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Bantuan pembiayaan tersebut bersumber dari subsidi jaringan beasiswa Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA), dan beasiswa swasta. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengajukan keringanan atau banding terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) apabila mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya pembelajaran yang ditetapkan.
menyadari bahwa pendidikan merupakan salah satu cara guna mendorong pengembangan sumber daya manusia yang maju.
Karenanya, UGM konsisten memperkuat komitmen untuk menyediakan pendidikan inklusif, adil, dan merata bagi seluruh kalangan masyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai skema bantuan yang bertujuan mendukung proses pembelajaran mahasiswa.
Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa), Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si. menyampaikan, universitas akan terus berupaya menghadirkan program afirmatif dan inklusif bagi mahasiswa. “Komitmen kami adalah agar mahasiswa UGM dapat menempuh perkuliahan dengan tenang, tidak merasa kesulitan dalam melanjutkan atau menyelesaikan studinya, serta mampu berkembang secara akademik dan sosial,” tutur Hempri. Ia menegaskan, setiap mahasiswa dengan latar belakang dan kondisi apapun berhak menerima akses pendidikan yang setara dan berkualitas. Pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menjamin proses pembelajaran mahasiswa tanpa terhambat situasi apapun.
Salah satu penerima manfaat dari program beasiswa UGM adalah Finca Cahya Fiona, mahasiswi program studi S1 Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM. Pada tahun 2023, Finca mendapatkan bantuan dari Beasiswa Bayan Peduli. Ia bercerita bagaimana kondisi ekonominya sangat terbantu dengan adanya program beasiswa tersebut. “Saya datang dari keluarga yang tidak mampu. Untuk memenuhi kebutuhan saya, Ibu saya harus berhutang kesana-kemari. Saya sempat bekerja sebagai penjaga outlet kebab dengan gaji Rp600.000/bulan untuk membayar UKT. Hal ini tentu saja membatasi saya untuk memiliki kegiatan di luar akademik,” ujar Finca, Sabtu (17/05/2026).
Beasiswa Bayan Peduli memberikan bantuan pendidikan meliputi UKT, biaya hidup, transportasi/kos, bantuan penelitian, hingga biaya wisuda. Berkat program tersebut, Finca berhasil menjalankan perkuliahan dengan baik bahkan mengukir sejumlah prestasi yang membanggakan di tingkat internasional.