Paska Lebaran Stok Pangan di Yogya Stabil

Walikota Yogya pantau harga di pasar tradisional
Sumber :
  • Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kota Yogyakarta memastikan ketersediaan pangan tetap aman di tengah lonjakan permintaan masyarakat selama libur Lebaran 2026. Berdasarkan pemantauan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja pada pekan kedua Maret, sebanyak 12 komoditas utama tercatat dalam kondisi surplus dengan ketahanan stok rata-rata lebih dari satu bulan.

img_title UGM Dorong Kemandirian Benih Lokal untuk Masa Depan Pangan Nasional

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sukidi, menyampaikan bahwa situasi pangan di wilayahnya relatif stabil. Menurutnya, pasokan pangan berasal dari kombinasi pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor besar yang memastikan distribusi berjalan lancar. “Secara umum pasokan pangan di Kota Jogja aman selama libur Lebaran. Kami terus memantau agar distribusi tetap terkendali,” ujarnya.

Data menunjukkan beras sebagai komoditas utama memiliki pasokan 1.847 ton dengan kebutuhan 1.383 ton, sehingga terdapat surplus 463 ton dengan ketahanan stok sekitar 1,3 bulan. Jagung juga tercatat surplus tipis, yakni 9,34 ton dibanding kebutuhan 9,22 ton, cukup untuk 1,1 bulan. Kedelai lebih aman dengan pasokan 186,59 ton dan kebutuhan 124 ton, menyisakan surplus 62 ton dengan ketahanan 1,5 bulan.

img_title Mengawal Pangan, Menjaga Dapur Rakyat Tetap Mengepul: Benteng Pangan itu Bernama Bulog

Komoditas hortikultura seperti cabai besar dan cabai rawit masih menunjukkan kondisi aman. Cabai besar memiliki pasokan 46,30 ton dengan kebutuhan 43 ton, sedangkan cabai rawit 32,1 ton dengan kebutuhan 27,6 ton. Bawang merah dan bawang putih juga surplus, masing-masing 57,57 ton dan 65 ton, jauh di atas kebutuhan harian masyarakat.

Untuk protein hewani, telur ayam ras mencatat pasokan 719,34 ton dengan kebutuhan 621,90 ton. Daging ayam ras tersedia 394,71 ton dengan kebutuhan 311,48 ton, sementara daging sapi memiliki pasokan 67,35 ton dengan kebutuhan 46,34 ton. Semua komoditas ini menunjukkan tren positif dengan ketahanan stok lebih dari satu bulan. Minyak goreng dan gula pasir sebagai komoditas strategis juga dinyatakan aman, dengan pasokan yang jauh di atas kebutuhan masyarakat.

img_title Komisi D DPRD Yogyakarta Dorong Diversifikasi Pangan Lokal untuk Kurangi Ketergantungan Nasi

Selain menjaga ketersediaan, pemerintah daerah juga menyoroti aspek harga. Selama libur Lebaran 2026, permintaan pangan di Jogja meningkat rata-rata 20–30 persen dibanding hari biasa. Konsumsi beras harian masyarakat Jogja mencapai 46 ton per hari, sementara konsumsi telur ayam ras sekitar 20 ton per hari. Pemantauan harga menunjukkan fluktuasi ringan, dengan cabai rawit sempat naik 5 persen, namun masih dalam batas wajar.

Halaman Selanjutnya
img_title