Dosen UMY Kembangkan Board Game tentang Hama
- Humas UMY
VIVA Jogja – Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Ir Ihsan Nurkomar menciptakan inovasi media pembelajaran berbentuk board game edukatif bertajuk PANSER (Permainan Serangga).
Inovasi itu dikembangkan berdasar kondisi minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian di tengah pesatnya arus modernisasi dan digitalisasi. Tantangan di sektor pertanian kian kompleks, termasuk isu menurunnya populasi serangga yang memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem. Serangga tidak hanya berfungsi sebagai penyerbuk alami, tetapi juga sebagai musuh alami bagi hama.
Penurunan drastis populasi serangga, yang diduga dipicu oleh perubahan iklim, penggunaan pestisida berlebihan, serta paparan gelombang elektromagnetik, menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan sistem pertanian global. Di sisi lain, rendahnya motivasi siswa untuk mempelajari ilmu pertanian dan lingkungan turut memperburuk situasi.
Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan edukatif yang lebih menarik. Tidak hanya memperkenalkan dunia pertanian secara teoritis, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini melalui metode pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan relevan dengan karakter generasi muda masa kini.
“Permainan ini dirancang untuk mengajarkan konsep pengelolaan hama dan peran serangga secara menyenangkan dan interaktif, sebagai upaya untuk memperkenalkan kembali nilai penting pertanian dan ekologi kepada generasi muda. Board game ini tidak hanya mengenalkan berbagai jenis hama, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga populasi serangga yang menguntungkan, seperti lebah, parasit, dan predator,” jelas Ihsan.
Berbeda dengan metode pembelajaran konvensional yang sering dianggap membosankan, PANSER hadir dengan pendekatan berbasis permainan yang mengajak pemain untuk memahami berbagai jenis hama, mengenali habitatnya, serta mempelajari cara pengendaliannya menggunakan pendekatan yang ramah lingkungan.
Dengan mekanisme permainan yang menyerupai monopoli, pemain akan dihadapkan pada tantangan berbasis pengetahuan seputar hama dan serangga. Tantangan ini dikemas dalam bentuk kuis dan kartu yang tidak hanya menguji pemahaman, tetapi juga mengajak pemain untuk mengelompokkan habitat hama dan menentukan cara penanggulangannya secara ekologis.
“Inovasi board game PANSER ini telah diuji coba di salah satu mitra pengabdian, yaitu SD Muhammadiyah Tamantirto, dengan membagikan lima set permainan kepada siswa sebagai media pembelajaran tambahan. Respons yang diterima dari siswa maupun guru sangat positif, dan anak-anak terlihat antusias mengikuti jalannya permainan,” katanya.