Gadjah Mada Muda diharapkan jadi Generasi Inklusif

Penyambutan mahasiswa baru UGM
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Saat berbicara di depan 10.629 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menekankan bahwa Yogyakarta bukan sekadar kota pendidikan, tetapi juga kota budaya yang kaya akan nilai toleransi dan keberagaman.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

“Saya berharap Ananda semua dapat merasakan semangat Yogyakarta dan memanfaatkannya untuk tumbuh menjadi generasi muda yang inklusif dan penuh empati. Selamat datang di Yogyakarta. Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat DIY, kami sangat berbahagia menyambut Ananda yang telah memilih Yogyakarta sebagai destinasi studi,” ujar Sri Paduka saat membacakan sambutan Gubernur DIY dalam Upacara Pembukaan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada 2025 di Lapangan Pancasila, UGM, Senin (04/08/2025).

Sri Paduka juga menekankan bahwa masa muda adalah periode penuh peluang untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan. Ia berpesan agar para Gadjah Mada Muda memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperdalam keterampilan kolaborasi, kecerdasan emosional, dan kepemimpinan berbasis nilai.

img_title Gotong Royong Bedah Rumah di Semaki, Pemkot Yogyakarta Teguhkan Solidaritas Warga

“Jadikan setiap momen di Yogyakarta sebagai kesempatan untuk mengasah jiwa kemasyarakatan dan berperan aktif dalam membawa perubahan positif. Semoga Ananda menghayati semangat pendidikan, toleransi, dan budaya yang hidup di Yogyakarta. Selamat menempuh perjalanan akademis dan menggali nilai kehidupan bersama masyarakat,” tambahnya.

Membangun Pemimpin Masa Depan

img_title Lomba Masak Warnai Hari Anak Nasional, Media dan Pemerintah Perkuat Sinergi

Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa para Gadjah Mada Muda harus memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan cita-cita sebagai pemimpin masa depan. Dengan karakter sang juara, mereka diharapkan tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga berkarakter, santun, berbudaya, dan berkepribadian luhur.

“Semoga UGM menjadi wadah bagi Gadjah Mada Muda sebagai subjek perubahan, yang aktif menerapkan ilmu pengetahuan, pengalaman, nilai-nilai luhur, dan karya nyata. Semua itu untuk menjawab tantangan pembangunan di masa depan, baik secara lokal maupun global,” ungkapnya.

Prof Ova juga menambahkan bahwa kegiatan PIONIR Gadjah Mada bertujuan mendorong mahasiswa baru untuk mengembangkan potensi dan mengambil peran strategis, dengan tetap berpijak pada tiga pilar utama UGM: kerakyatan, kemandirian, dan keberlanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title