Stivalution, Energi Alternatif dari Sampah Plastik dan Sekam Padi
- Dok Humas UGM
VIVA Jogja - Sampah plastik selama ini dikenal sebagai ancaman serius bagi lingkungan. Sulit terurai, mencemari tanah dan air, bahkan menimbulkan bahaya kesehatan melalui mikroplastik. Di sisi lain, sekam padi yang melimpah di pedesaan sering kali hanya menjadi limbah tanpa nilai tambah. Dua bahan yang dianggap tidak berguna itu kini disulap menjadi energi alternatif oleh sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada.
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K), lahirlah inovasi bernama Stivalution, biopelet ramah lingkungan yang dirancang sebagai bahan bakar industri. Produk ini memanfaatkan plastik kategori Low Density Polyethylene (LDPE) yang biasa ditemukan pada kantong belanja, dikombinasikan dengan sekam padi.
Tim penggagas Stivalution terdiri dari mahasiswa lintas disiplin: Gayuh Dewi Mahesa dan Ikhsan Setiawan dari Teknologi Industri Pertanian, Octavia Riezqi Yusandra dari Proteksi Tanaman, Vanky Agrinda Tama dari Teknik Mesin, serta Muchammad Zakky Pratama dari Manajemen Kebijakan Publik. Mereka dibimbing oleh Dr. Novita Erma Kristanti dari Fakultas Teknologi Pertanian.
Gayuh, ketua tim, menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari keresahan terhadap menumpuknya sampah plastik di Yogyakarta dan minimnya pemanfaatan sekam padi. “Kami ingin memberi nilai jual pada limbah yang selama ini dianggap tidak berguna, sekaligus menghadirkan solusi energi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Octavia menambahkan, plastik LDPE memiliki nilai kalor tinggi dengan nyala api stabil, sementara sekam padi yang kaya lignin menghasilkan pembakaran minim asap dengan energi sekitar 3.000 kkal/kg. Kombinasi keduanya menciptakan biopelet yang efisien sekaligus bersih.
Produk Stivalution ditujukan bagi industri kecil dan menengah, seperti usaha kuliner, penggorengan kerupuk, produksi bakpia, hingga pembuatan batu bata. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi alternatif berkelanjutan di tengah keterbatasan bahan bakar fosil seperti batu bara.
Tak berhenti pada tahap riset, tim UGM ini sudah melangkah ke pasar. Stivalution kini tersedia di berbagai platform e-commerce, termasuk Shopee, Tokopedia, dan Lazada, sehingga bisa diakses oleh konsumen di seluruh Indonesia.
Inovasi ini bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda mampu mengubah masalah lingkungan menjadi peluang. Dari sampah plastik dan sekam padi, lahirlah bahan bakar baru yang memberi harapan bagi masa depan energi bersih dan berkelanjutan.