Jalan Sunyi Robert Fanggidae Memberdayakan Daerah 3T

Robert P Fanggidae terima penghargaan dari Rektor UGM
Sumber :
  • Humas UGM

VIVA Jogja - Robert P Fanggidae adalah sosok yang percaya bahwa pulang ke kampung halaman bukanlah sebuah kemunduran. Bagi alumnus Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada angkatan 1989 ini, keputusan kembali ke Nusa Tenggara Timur justru membuka jalan pengabdian yang lebih luas. Dari tanah kelahirannya, ia merintis sebuah perjalanan panjang yang kemudian mengubah wajah ekonomi masyarakat kecil melalui Bank Perekonomian Rakyat Tanaoba Lais Manekat (TLM).

img_title Wagub DIY dan Kapolda Baru Sepakat Selaraskan Penanganan Dinamika Sosial

Perjalanan Robert tidak dimulai dengan kemewahan. Setelah menamatkan studi pada 1995, ia sempat bekerja di Bank Danamon Kupang dan sebuah perusahaan di Jakarta. Namun kondisi kesehatan membuatnya kembali ke Kupang, sebuah keputusan yang menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Sebelum mendirikan Bank TLM, ia sempat menempati posisi manajerial di koperasi dan bank lokal, pengalaman yang kelak menjadi bekal berharga.

Tahun 2006 menjadi awal dari sebuah babak baru. Robert dipercaya Yayasan Tanaoba Lais Manekat untuk merintis pendirian Bank Perkreditan Rakyat. Modal pengetahuan yang ia miliki nyaris nol, sehingga malam-malam panjang diwarnai dengan pencarian informasi di satu-satunya warnet di Kupang. Dari sana ia mempelajari regulasi Bank Indonesia, menyusun studi kelayakan, membentuk tim statistik, dan merancang strategi bisnis. Dua tahun kemudian, tepat pada 1 Februari 2008, BPR TLM resmi berdiri dengan modal awal Rp1,5 miliar dan 18 karyawan. Hanya dalam sebelas bulan, bank ini sudah mencatatkan laba, dan kini asetnya mencapai ratusan miliar dengan jaringan cabang yang terus bertambah.

img_title Pelantikan Pejabat Pemkot Yogya di Sungai Winongo: Simbol Empati dan Kepedulian Lingkungan

Bagi Robert, BPR TLM bukan sekadar lembaga intermediasi keuangan. Ia menjadikannya agen pembangunan yang membuka akses bagi usaha mikro, menghadirkan tabungan tanpa biaya administrasi jauh sebelum kebijakan serupa populer, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan literasi keuangan, dan bahkan menjadi salah satu pembayar pajak terbesar di NTT. Semua itu ia lakukan dengan berpegang pada integritas dan tata kelola profesional, nilai-nilai yang ia bawa sejak masa kuliah di UGM.

Ketekunan dan konsistensi itu berbuah pengakuan. BPR TLM meraih puluhan penghargaan bergengsi, mulai dari Infobank Awards hingga Paritrana Awards di tingkat provinsi maupun nasional. Puncaknya, Robert dianugerahi UGM Alumni Awards 2025 sebagai Pelopor Pemberdayaan Daerah 3T. Penghargaan ini memiliki makna personal yang mendalam baginya. Ia mengaku tidak memiliki indeks prestasi akademik yang tinggi saat kuliah, namun pengalaman hidup membuktikan bahwa nilai seseorang tidak berhenti pada angka. “Saya bangga, dengan IP pas-pasan, ternyata bisa berdampak bagi banyak orang,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title UGM Resmikan Ndalem Widya Asih, Ruang Berbagi dan Berkarya bagi Pegawai Purnatugas