Mahasiswa UGM Raih Juara Umum Nutrifood Leadership Awards 2025

Mahasiswa UGM dalam Leadership Awards 2025
Sumber :
  • Humas UGM

VIVA Jogja - Perjuangan panjang dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya berbuah manis. Annisa Dini Kamila dari Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2022 dan Ananda Deriolla dari Fakultas Kedokteran angkatan 2024 berhasil meraih juara umum dalam ajang bergengsi Nutrifood Leadership Awards 2025 yang berlangsung di Jakarta sejak 29 September hingga 2 Oktober.

img_title UGM Kukuhkan Dominasi Seni di Peksimiprov DIY 2026

Kemenangan tim UGM ini sekaligus menyingkirkan delegasi dari kampus-kampus besar lain seperti UI, ITB, UNAIR, UNPAD, IPB, dan UNDIP. Tidak hanya juara umum, mereka juga menyabet gelar The Most Inspiring Group dan The Most Inspiring Contributor, menjadikan UGM sebagai salah satu sorotan utama dalam kompetisi kepemimpinan mahasiswa tingkat nasional tersebut.

Annisa dan Deril mengaku perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia mendaftar, namun hanya 50 orang terbaik yang lolos tahap awal berupa pemberkasan dan esai. Mereka kemudian mengikuti audisi di empat kota, yakni Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Dari sana, dipilih 20 finalis untuk menjalani pelatihan kepemimpinan serta social project challenge di Jakarta.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Seleksi Beasiswa Prestasi Kelurahan 2026, Nilai TKA dan TKAD Jadi Penentu

Dalam tahapan social project, Annisa dan Deril tergabung dalam kelompok bidang kesehatan bersama Cinta (Prasmul), Sharon (IPB), dan Sulton (UNAIR). Mereka mengangkat tema “Connecting of Happiness” dengan menghasilkan sejumlah karya, antara lain Galeri Milestone Museum Sejarah Kesehatan Rumah Harapan Indonesia, video profil lembaga, policy brief untuk Dinas Kesehatan, kartu membership Sahabat Rumah Harapan Indonesia, serta program RHI Rangers mengajar dan medical check up.

Tantangan dan Kolaborasi

img_title Festival Jamu Nusantara Dorong Tradisi Minum Herbal Jadi Gaya Hidup Modern

Perbedaan jurusan, kampus, dan angkatan sempat menjadi kendala dalam koordinasi. Annisa dan Deril mengaku sering melakukan rapat daring untuk menyesuaikan jadwal. “Komunikasi adalah tantangan terbesar, baik internal maupun eksternal. Kami harus benar-benar konsisten agar program berjalan sesuai harapan,” ungkap Deril, Senin (12/1).

Meski penuh tantangan, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga. Annisa menuturkan bahwa kompetisi bukan hanya soal prestasi, tetapi juga sarana belajar menjadi calon pemimpin. “Saya belajar banyak dari social project yang kami buat bersama, terutama tentang bagaimana kebahagiaan bisa terhubung melalui kolaborasi,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title