Lulusan Perdana Program Internasional Indonesia–Luban·Mozi College Resmi Diterima Industri
- Humas ATK Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Dunia pendidikan vokasi Indonesia mencatat tonggak sejarah baru. Angkatan pertama mahasiswa program internasional Indonesia–Luban·Mozi College resmi diwisuda dalam upacara hybrid yang berlangsung di Qingdao Technical College (QTC), Tiongkok, dan tersambung ke Indonesia, Selasa (20/1/2026).
Program ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Politeknik ATK Yogyakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), QTC, serta Sailun Group, perusahaan ban terkemuka asal Tiongkok. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi Indonesia mampu menembus batas negara dan langsung terhubung dengan kebutuhan industri global.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, menegaskan bahwa kelulusan ini bukan sekadar seremoni, melainkan perayaan pencapaian bersejarah. “Hari ini kita menyaksikan buah dari kolaborasi yang kuat antara Indonesia dan Tiongkok. Pendidikan dan industri terbukti bisa berjalan beriringan lintas negara,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wulan memberikan apresiasi kepada QTC dan Sailun Group yang telah menjadi “rumah kedua” bagi mahasiswa Indonesia. Ia menilai program ini berhasil menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dengan praktik nyata di lantai produksi. “Dengan mendekatkan kampus ke industri, kita sedang membangun pemimpin masa depan yang unggul untuk sektor karet dan ban,” tambahnya.
Para lulusan disebut sebagai pionir yang tangguh karena mampu beradaptasi dengan budaya baru, bahasa asing, dan teknologi manufaktur canggih selama menempuh pendidikan di Tiongkok. Lebih dari sekadar menyelesaikan studi, mereka dipastikan langsung terserap ke dunia kerja melalui Sailun Manufacturing Indonesia di Demak. “Ingatlah bahwa Anda membawa nama bangsa. Bekerjalah dengan disiplin dan tunjukkan kualitas SDM Indonesia,” pesan Wulan kepada para wisudawan.
Acara kelulusan turut dihadiri pejabat tinggi Kemenperin, Presiden QTC Xing Guanglu, Direktur Politeknik ATK Yogyakarta Sonny Taufan, serta jajaran manajemen Sailun Group. Pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk melanjutkan dan memperluas program ini, termasuk mengirimkan angkatan mahasiswa berikutnya guna memperkuat ikatan bilateral.
Agenda kelulusan juga diisi dengan laporan akademik dari QTC, penyerahan sertifikat, serta testimoni mahasiswa Indonesia, M. Akbar Maulana, yang berbagi pengalaman transformatif selama belajar di Tiongkok.