UAD Tambah Empat Guru Besar Baru
- Istimewa
Rektor UAD, Prof. Muchlas, turut menyampaikan kebanggaan atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa tiga dari empat guru besar yang baru dikukuhkan merupakan alumni internal UAD, sebuah bukti bahwa universitas ini mampu mencetak kader akademik unggul dari dalam. Muchlas menegaskan bahwa capaian ini menempatkan UAD sebagai perguruan tinggi dengan jumlah guru besar terbanyak di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Hal ini sekaligus memperkuat posisi UAD sebagai rujukan akademik di tingkat nasional.
Selain itu, Muchlas mengungkapkan bahwa UAD juga memiliki 150 lektor kepala yang siap didorong menuju jenjang guru besar. Ia menegaskan komitmen universitas untuk terus melaksanakan program akselerasi, sesuai arahan Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah dan Badan Pengurus Harian (BPH). “Kami akan terus melaksanakan program-program akselerasi lektor kepala dan guru besar sehingga UAD dapat dijadikan sebagai rujukan perguruan tinggi khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah di Indonesia,” pungkasnya.
Pengukuhan empat guru besar ini bukan hanya menambah jumlah akademisi bergelar profesor di UAD, tetapi juga memperkuat reputasi universitas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Dengan bidang keahlian yang beragam, keempat guru besar baru diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi simbol komitmen UAD untuk terus melahirkan pemimpin akademik yang berintegritas, visioner, dan relevan dengan kebutuhan bangsa.
Artikel ini menegaskan bahwa UAD tidak hanya berfokus pada pencapaian kuantitatif jumlah guru besar, tetapi juga pada kualitas kontribusi mereka dalam membangun masyarakat ilmiah yang berdaya saing. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen terhadap nilai-nilai Muhammadiyah, UAD terus bergerak maju sebagai universitas yang berperan aktif dalam mencetak generasi unggul dan memberikan solusi bagi tantangan global.