Pemkot Yogya dan Muhammadiyah resmikan Kampung Tematik Brontokusuman
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta menandatangani kesepakatan kerja sama strategis dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan sosial. Program terebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan kualitas hidup warga Kota Yogyakarta.
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Aris Madani. Ruang lingkup kerja sama mencakup bidang sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Dalam kesempatan yang sama, Pemkot juga meluncurkan Kampung Tematik Brontokusuman, sebuah program yang digarap bersama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai bagian dari inisiatif one village one sister university.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi atas komitmen Muhammadiyah untuk terlibat aktif dalam pembangunan kota. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, sehingga perlu menggandeng organisasi masyarakat yang memiliki basis kuat dan jaringan luas. “Muhammadiyah memiliki posisi strategis sebagai partner kemajuan di Kota Yogyakarta. Kita bekerja sama dalam banyak hal, mulai dari pengelolaan sampah, perawatan lansia, hingga bersih-bersih sungai,” ujarnya.
Hasto menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya simbolis, melainkan akan diwujudkan melalui program nyata di Kampung Brontokusuman. Ia bahkan mengajak Muhammadiyah menjadi agen perubahan untuk menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang bersih, tertib, dan disiplin. “Kita ingin mencontoh kedisiplinan dan kebersihan seperti di Singapura. Masjid-masjid Muhammadiyah yang dekat sungai bisa menjadi pembina sungai, sehingga sungai-sungai di Yogyakarta bisa lebih terawat,” tambahnya.
Dukungan dari Muhammadiyah
Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Aris Madani, menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai bahwa pengelolaan sampah, perawatan lansia, dan penataan sungai merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. “Dengan kerja sama yang erat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan sejahtera. Kami percaya kolaborasi ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup,” tuturnya.
Peluncuran Kampung Tematik Brontokusuman juga melibatkan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai mitra akademik. Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN LPPM UAD, Dr. Muhammad Hamdi, menjelaskan bahwa program kerja kampung tematik mencakup tiga fokus utama: penanganan ancaman narkoba, perawatan lansia, dan penataan lingkungan sungai.