Diabetes MODY: Ancaman Genetik di Usia Muda
- Istimewa
VIVA Jogja - Ketika mendengar kata diabetes, banyak orang langsung membayangkan penyakit yang menyerang usia lanjut. Namun, kenyataannya kini semakin banyak anak muda yang menghadapi ancaman serupa. Salah satu bentuk diabetes yang muncul di usia muda adalah Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY), sebuah kondisi langka yang disebabkan oleh mutasi genetik.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSA UGM, dr Ali Baswedan, menjelaskan bahwa MODY berbeda dari diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Tidak ada autoantibodi seperti pada tipe 1, dan tidak berkaitan dengan obesitas atau resistensi insulin seperti pada tipe 2. “MODY biasanya muncul sebelum usia 25–35 tahun dengan pola keturunan yang kuat. Faktor genetiklah yang menjadi penyebab utama,” ujarnya.
Kondisi ini pertama kali diidentifikasi pada 1975 oleh RB Tattersall dari Inggris dan Stefan S. Fajans dari Amerika Serikat. Hingga kini, MODY tetap tergolong langka, tetapi penting untuk dikenali karena risiko penurunannya cukup tinggi. Jika salah satu orang tua membawa gen MODY, anak memiliki kemungkinan sekitar 50 persen untuk mengalami diabetes serupa.
Tren Diabetes di Indonesia
Meski MODY jarang, diabetes secara umum menjadi masalah besar di Indonesia. Data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan bahwa pada 2024 terdapat 20,4 juta orang Indonesia berusia 20–79 tahun yang hidup dengan diabetes, menjadikan Indonesia peringkat ke-5 dunia. Riskesdas 2018 mencatat prevalensi diabetes nasional mencapai 10,9% pada penduduk usia ≥15 tahun, meningkat dari 6,9% pada 2013. Angka ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, terutama karena banyak kasus tidak terdiagnosis.
MODY adalah bentuk diabetes langka yang muncul di usia muda akibat mutasi genetik. Meski tidak bisa dicegah, pola hidup sehat dan pemeriksaan genetik dapat membantu mengurangi dampak. Dengan prevalensi diabetes di Indonesia yang terus meningkat, kesadaran masyarakat terhadap jenis diabetes ini menjadi semakin mendesak.
Karena MODY bersifat genetik, kondisi ini tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, dr Ali menekankan pentingnya pemeriksaan genetik pra-nikah untuk mengurangi risiko penyebaran. Sayangnya, langkah ini masih jarang dilakukan karena biaya yang relatif mahal. Meski begitu, pola hidup sehat tetap menjadi kunci untuk menjaga kadar gula darah. “Bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, sebaiknya menerapkan pola makan seimbang dan rutin berolahraga,” pesannya.